Akademisi Dilibatkan Dalam Program SDGS

Rektor Universitas Palangka Raya DR Andrie Elia Embang SE MSi mewakili 50 Perguruan Tinggi Negeri (PTN) wilayah barat, dan tengah, menandatangani kesepakatan jaringan universitas Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (TPB/SDGs), Senin (21/01/2019), di Jakarta.

PALANGKA RAYA – United Nations Development Programme (UNDP) menggandeng Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional/Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Kemen PPN/Bappenas) dalam membangun jaringan pada 50 Perguruan Tinggi Negeri (PTN) di Indonesia.

Pembangunan jaringan 50 PTN ditandai dengan penandatanganan kerjasama antara UNDP, Kementerian PPN/Bappenas, dan 5 Rektor PTN, termasuk Universitas Palangka Raya, Senin (21/01/2019), di Jakarta. Hal itu untuk pelibatan PTN dalam jaringan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (TPB/SDGs).

Rektor UPR DR Andrie Elia Embang SE MSi mengungkapkan, SDGs merupakan sebuah tujuan untuk mencapai kesejahteraan sosial, kemakmuran ekonomi, dan kelestarian berkelanjutan melalui tata kelola pembangunan yang inklusif.

“Tata kelola pembangunan inklusif, akademisi merupakan pemangku kepentingan yang berperan dalam pengembangan, dan penyebarluasan ilmu pengetahuan,” ungkap Andrie, melalui pesar aplikasi whatsapp, usai penandatanganan.

Hal itu, lanjutnya, dilaksanakan melalui program pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat. UNDP berkomitmen mempercepat pencapaian SDGs melalui keterlibatan akademisi. Karena itu, UPR menjadi PTN yang dipercaya sebagai jaringan pelaksanaan SDGs.

Universitas, jelas Andrie, akan menjadi wadah akademisi berbagi pengalaman, serta mengembangkan inovasi, untuk pelaksanaan SDGs. Artinya, UPR akan menjadi salah satu PTN yang masuk dalma jaringan SDGs, untuk pencapaian pembangunan yang inklusif.

“Kita sangat bangga, menjadi bagian dari pelaksanaan SDGs. Nanti di UPR, akan ada jaringan SDGs yang terkoneksi dengan 50 PTN di Indonesia, dan universitas lain di 193 negara,” tegas Andrie.(redaksi)

Berita Terkait