Akhirnya…FH UPR Bisa Praktek Persidangan

Mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Palangka Raya, ketika melakukan praktek persidangan di ruang laboratorium, pekan tadi.

PALANGKA RAYA – Mahasiswa Fakultas Hukum (FH) Universitas Palangka Raya (UPR), akhirnya bisa melakukan praktek persidangan. Hal itu setelah dilakukan pembangunan gedung laboratorium. Gedung tersebut dilengkapi dengan sarana, dan prasarana layaknya ruang sidang di pengadilan.

Tata letak meja tersusun rapi. Meja hakim berada di depan, di samping kiri, dan kanan, nampak meja yang disiapkan untuk Jaksa Penuntut Umum (JPU), maupun Penasehat Hukum (PH). Dihadapan hakim, nampak kursi yang biasa digunakan untuk terdakwa, atau saksi yang memberikan keterangan dihadapan hakim.

Bahkan di belakang terdakwa, ada deretan kursi yang disiapkan, untuk masyarakat yang ingin melihat persidangan. Begitu gambaran ruang praktek persidangan yang kini sudah dimiliki FH UPR. Kini mahasiswa bisa melakukan praktek, tanpa harus disibukkan mencari ruangan kosong di kampus.

“Ini ruangan baru. Memang disiapkan, untuk praktek persidangan mahasiswa. Paling tidak kami bisa merasakan, bagaimana nuansa persidangan sebenarnya,” ungkap Ketua Kompetisi Persidangan Semu FH UPR Ali Mosbeh, Senin (17/12).

Sebelumnya, kata Ali, mahasiswa harus melakukan praktek persidabgan di ruang kelas. Tentu sangat tidak nyaman. Karena sangat berbeda dengan kondisi aslinya. Dengan adanya ruang praktek, mahasiswa sekarang bisa merasakan nuansa persidangan layaknya berada di pengadilan.

Dijelaskan, praktek persidangan akan sangat membantu mahasiswa, baik dari sisi akademik, maupun non. Paling tidak ketika nanti memilih bekerja di lembaga peradilan, sudah mengetahui bagaimana jalannya persidangan.

“Kalau mahasiswa hukum, pasti ingin menjadi Jaksa, Hakim, atau minimal pengacara. Kalau pilihannya sudah begitu, tentu harus tahu bagaimana proses persidangan,” ungkap Ali.

Mahasiswa, jelas Ali, sangat terbantu dengan fasilitas yang disiapkan. Ia mengucapkan terima kasih kepada Rektor UPR, Dekan FH, dosen, dan pengajar yang sudah melengkapi fasilitas bejalar. Kedepan tentu fasilitas yang dimiliki bisa dilengkapi kembali.(redaksi)

Berita Terkait