Barut dan UPR Bakal Teken MoU

Uprjayaraya.com
Palangka Raya,
Menindak lanjuti pertemuan antara Rektor Universitas Palangka Raya (UPR) Dr. Andrie Elua S.E.,MS.i dengan Bupati Barito Utara, H.Nadalsyah di Rumah Jabatan Rektor sebelumnya dalam waktu dekat ini, UPR dan Pemerintah Kabupaten Barito Utara (Barut) akan menjalin kerjasama untuk peningkatan bidang pendidikan terutama bagi mahasiswa Barut yang menuntut ilmu di UPR. Kerjasama ini nantinya akan dituangkan dalam Memorandom of Understanding (MoU) antara kedua belah pihak.
Penandatanganan MOU direncanakan  akan digelar secara terbatas ditengah Pandemi Covid-19. “Dalam pertemuan beberapa hari ini, Pemkab Barut dan UPR sudah sepakat akan menjalin kerjasama. Realisasinya, akan dituangkan dalam Memorandum of Understanding antara Kabupaten Barito Utara dan Universitas Palangka Raya,”tulis Rektor dalam pesan WAnya.

Dijelaskan bahwa dalam pertemuan sebelumnya selain membahas peningkatan pendidikan mahasiswa Barut yang berkuliah di UPR kedua pejabat ini juga membahas berbagai hal termasuk tentang  kesejahteraan mahasiswa asal Barut yang berkuliah di UPR.

“Pemkab berupaya untuk memberikan fasilitas mahasiswa asal Barito Utara yang menimba ilmu di Universitas Palangka Raya,” Katanya.

Rektor secara pribadi juga mengapresiasi Pemkab Barut yang turut peduli terhadap dunia pendidikan. Secara khusus memperhatikan mahasiswa asal Barut yang juga terkena dampak ditengah pandemi dalam menuntut ilmu.

Wujud perhatian Pemkab Barut, tambah Andrie,  tentu memiliki alasan jangka panjang. Yakni, agar mendorong SDMnya untuk meningkatkan pengetahuan sampai kejenjang perguruang tinggi. “Harapannya, lulusan mahasiswa Barut saat kembali ke daerah asal mereka dapat ikut dalam pembangunan daerah sebagai bentuk aplikasi ilmu yang selama ini didapat di perguruang tinggi,” Ucapnya.

Rektor juga mengatakan, ditengah Pandemi Covid-19 dan selaras dengan program pemerintah yakni ketahanan pangan, diharapkan lulusan UPR bisa mengkombinasikan bidang ilmu yang didapat selama berkuliah dengan ketahanan pangan.

“Sebenarnya bukan hanya ilmu pertanian, peternakan, perikanan dan perkebunan saja, tapi ilmu teknik, ekonomi, bahkan hukum bisa dikombinasikan untuk mensukseskan program ketahanan pangan. Itulah harapan kita. Mencetak lulusan yang kreatif, berinovasi dan mengabdi untuk masyarakat,” tutupnya (rul)

Berita Terkait