Begini Langkah Rektor UPR Untuk Tenaga Kontrak

Rektor Universitas Palangka Raya DR Andrie Elia Embang SE MSi, ketika memberikan arahan di hadapan pegawai, Rabu (02/01/2019).

PALANGKA RAYA – Desas-desus pemberhentian perjanjian kerja bagi tenaga kontrak di lingkungan Universitas Palangka Raya (UPR), berhembus kencang. Hal itu setelah dilaksanakannya assesment tenaga kontrak, beberapa waktu lalu. Tentu isu tak sedap tersebut, langsung mendapatkan bantahan.

Rektor UPR DR Andrie Elia Embang SE MSi meminta, pegawai kontrak, tidak resah. Isu yang bererdar, jangan terlalu ditanggapi. Karena, sumbernya tidak jelas. Harusnya tenaga kontrak, mendengar apa yang keluar dari mulut rektor, bukan mengguncingkan masalah yang tidak jelas sumbernya.

“Jangan terlalu dianggap isu yang sumbernya tidak jelas. Berulang kali saya katakan, assesment untuk kepentingan penataan, dan pembuatan data base pegawai,” tegas Andrie, Kamis (03/01/2019).

Dijelaskan Andrie, pihaknya tidak mempunya niat memutuskan perjanjian kerja dengan tenaga kontrak. Assesment yang dilakukan, merupakan bagian dari program penataan pegawai. Jadi tidak benar kalau dikatakan memutuskan hubungan kerja dengan pegawai kontrak.

Memang, jelas Andrie, hasilnya diserahkan ke Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti). Tapi tidak untuk pemutusan hubungan kerja. Semua tenaga kontrak, tetap akan diperpanjangan perjanjian kerjanya. Tetapi, akan dilakukan penataan, dan masuk data base Kemenristekdikti.

“Kalau pemutusan hubungan kerja, tidak ada. Tapi penempatan pegawai kontrak ditata ulang. Itu untuk menyesuaikan kompetensi yang dimiliki,” tegas Ketua Harian Dewan Adat Dayak (DAD) Kalteng itu.(redaksi)

Berita Terkait