BEM UPR Deklarasi Tolak Faham Radikalisme

Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Palangka Raya (UPR) mendeklarasikan diri menolak faham radikalisme, Selasa (15/01/2019).

PALANGKA RAYA – Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Palangka Raya (UPR), Selasa (15/01/2019), melaksanakan deklarasi bersama menolak faham radikalisme. Hal itu untuk menjaga lingkungan kampus, dari pengaruh buruk faham radikalisme di kalangan mahasiswa.

Deklarasi bersama dilakukan melalui Kementerian Dalam Negeri, dan Kementerian Pengembangan Sumber Daya Manusia BEM UPR. Deklarasi diikuti 4 Unit Kerja Mahasiswa (UKM) bidanh Keagamaan seperti LDK, PMH, PMK, dan KMK.

Menteri PSDM BEM UPR Aprianta CR Ginting menjelaskan, deklarasi bertujuan agar seluruh UKM yang bergerak di bidang keagamaan dapat melakukan monitoring, terhadap seluruh anggota, maupun mahasiswa UPR. Hal itu, untuk meminimalisir masuknya faham radikalisme di lingkungan kampus.

“Kami menolak faham, dan ajaran radikalisme di lingkungan UPR. Kami mendeklarasikan diri, sebagai upaya deteksi dini,” ungkap Aprianta.

Ia meminta, UKM terus melakukan antisipasi, kalau ada upaya penyusupan oknum tertentu. Apalagi upaya itu, berkaitan dengan pembelajaran faham radikalisme. UKM mempunyai peran penting dalam pencegahan, sehingga mampu meminimalisir masuknya faham radikalisme.

“Faham radikalisme sangat berbahaya bagi kesatuan, dan persatuan umat, aerta bangsa. Kami melaksanakan deklarasi untuk melakukan tindakan preventif, agar tidak ada mahasiswa UPR yang termakan faham radikalisme,” ujarnya.

Sementara, Presiden BEM UPR Karuna Mardiansyah menjelaskan, deklarasi menolak faham radikalisme di lingkungan kampus penting dilakukan. Hal itu untuk mengantisipasi terjadinya hal yang tidak diinginkan. Karena faham itu menganut unsur yang dapat memecah belah kesatuan bangsa, dan umat beragama.

“Fahan radikalisme tidak sesuai dengan falsafah huma betang di Bumi Tambun Bungai. Kita hidup damai berdampingan, tanpa memandang suku, agama, dan ras. Itu makna dari huma betang,” tutur Karuna.(redaksi)

Berita Terkait