Ciptakan Pendidikan Berkualitas

Uprjayaraya.com
Palangka Raya,
Rektor Universitas Palangka Raya (UPR) Dr. Andrie Elia, S.E., M.Si menegaskan, sebagai lembaga pendidikan, UPR memiliki cita-cita besar yakni menciptakan Pendidikan berkualitas dan melahirkan SDM handal.

Hal itu senada juga dengan isi Pidaot Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi Republik Indoensia, Nadiem Anwar Makarim, dalam memperingati Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) pada tanggal 02 Mei 2021.

“Amanah pidato menteri Nadiem Anwar Makarim tentu mengingatkan kita semua, khususnya UPR. Sebagai lembaga pendidikan, UPR memiliki cinta-cita – cita besar dalam membangun kualitas pendidikan bangsa dan menciptakan SDM yang berkualitas,” ucapnya saat dikonfirmasi melalui pesan WA di peringatan Hardiknas ini.

Andrie Elia juga menyampaikan isi pidato Menteri Nadiem, khususnya peringatan Hardiknas tahun ini masih dalam suasana pandemi Covid-19. Masa-masa ini tidaklah mudah bagi para pendidik, pelajar/mahasiswa, orang tua, pihak terkait donatur di sektor pendidikan.

“Pak Menteri menyampaikan kepada kita semua sejenak mengesampingkan keluhkesah saat ini. Kemudian sejenak untuk fokus dalam membangkitkan semangat untuk menyongsong lembaran baru pendidikan Indonesia. Tentunya dengan menjiwai semangat Bapak Pendidikan Ki Hajar Dewantara yang menjadi pendorong tekat diri kita,” tulis Andrie mengkutib pidato Menteri.

Peringatan Hardinknas tahun ini menjadi moment yang tepat unutk merefleksikan kembali apa yang sudah dikerjakan dengan baik dan yang perlu diperbaiki, untuk meningkatkan pendidikan di Indonesia.

“Dalam lembar pidatonya, Menteri menginginkan agar anak bangsa menjadi SDM yang mengenggam teguh falsafah Pancasila, pelajar yang merdeka sepanjang hayatnya, mampu menyongsong masa depan dengan percaya diri. Oleh karena itu Menteri Pendidikan dengan konsisten terus melakukan transformasi pendidikan menuju terobosan merdeka belajar,” katanya.

Nadiem melalui Rektor UPR juga menyampaikan empat upaya perbaikan yang dapat dikerjakan seluruh elemen masyarakat.

”Yang pertama yaitu perbaikan infratruktur dan teknologi. Kedua perbaikan kebijakan, prosedur dan pendanaan serta pemberian ekonomi lebih bagi satuan pendidikan. Ketiga perbaikan kepemimpinan, masyarakat dan keempat adalah perbaikan kurikulum, podagogi dan assesmen,” tutupnya. (Rul)

Berita Terkait