Tim Peneliti University Of Singapore Kunjungi FEB UPR

Tim Peneliti University Of Singapore berfoto bersama dalam rangkaian kunjungan ke kampus FEB UPR, belum lama ini.

PALANGKA RAYA – Tim Peneliti Asia Competitiveness Institute, Lee Kuan Yew School, dari National University of Singapore (ACI-LKYSPP-NUS) berkunjung ke Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Palangka Raya (UPR). Kunjungan tim peneliti yang dilakukan pada 6 September 2019 kemarin, untuk melakukan presentasi hasil survei tentang daya saing provinsi-provinsi di Indonesia.

Kedatangan tim peneliti tersebut disambut langsung oleh Dekan FEB UPR, Dr Miar MSi dan dihadiri unsur pimpinan baik dari jurusan akuntansi, manajemen dan ekonomi pembangunan, serta para pendidik dan mahasiswa.

Pertemuan antara dekan, jajaran pimpinan serta mahasiswa FEB UPR dengan tim peneliti tersebut berlangsung di Ruang Kuliah Bank Kalteng. Ruangan tersebur berada di FEB UPR.

Kedatangan Tim Peneliti Asia Competitiveness Institute, Lee Kuan Yew School, National University of Singapore (ACI-LKYSPP-NUS), yaitu Ibu Shalini Sivakrishnan (Research Assistat) dan Ibu Liyana, untuk survei tentang daya saing provinsi-provinsi di Indonesia tahun 2019 dengan agenda presentasi dan pelaporan hasil penelitian sebelumnya oleh Tim Peneliti ACI, Technology Transfer Session, pelaksanaan survei dan diskusi.

Asia Competitiveness Institute adalah sebuah institute riset yang berada di bawah naungan Lee Kuan Yew School of Public Policy, National University of Singapore.

Dalam sambutannya, Shalini menyampaikan bahwa tujuan dilakukannya survei tentang daya saing provinsi-provinsi yang dilakukan oleh Tim Peneliti ACI adalah untuk membantu merumuskan strategi pembangunan yang tepat, meningkatkan kolaborasi dengan mitra strategis untuk meningkatkan daya saing Indonesia dan menggairahkan suasana persaingan yang sehat antar wilayah dan provinsi di Asia, khususnya Indonesia.

Tim Peleniti ACI juga menyampaikan bahwa berdasarkan temuan awal dari hasil studi tahun 2018, Kalimantan Tengah berada pada peringkat ke-22 dalam daya saing keseluruhan (turun 6 peringkat dari tahun sebelumnya), hal ini bukan berarti performa bisnis, tenaga kerja, pendidikan, pemerintah daerah dan infrastruktur/fasilitas dasar menurun. Tetapi bisa disebabkan oleh performa provinsi lainnya yang meningkat secara signifikan.

Tim Peneliti ACI memberikan rekomendasi untuk melakukan penguatan kualitas dan ketersediaan infrastruktur serta fasilitas dasar seperti air dan listrik, juga peningkatan efisiensi dan inklusivitas Pemerintah Daerah dalam pembuatan kebijakan.

Acara ini diakhiri dengan penyerahan dan penerimaan plakat dari kedua belah pihak, serta foto bersama. (yfd/red)

Berita Terkait