Berbagai Informasi Jangan Langsung ‘Ditelan’

Mahasiswa Diminta Banyak Membaca

Prof Kumpiady Widen MA PhD

PALANGKA RAYA – Dekan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Palangka Raya (FISIP UPR) Prof Kumpiady Widen MA PhD berpesan kepada kalangan mahasiswa, agar hendaknya lebih banyak membaca. Karena dengan banyak membaca, maka mahasiswa itu bisa semakin kritis dan selalu ingin bertanya, untuk mencari sebuah kebenaran.

Hal itu disampaikan Prof Kumpiady kepada wartawan di ruang kerjanya, usai menggelar Kuliah Umum bertema ‘Paham Radikalisme dan Kampus’, Senin (8/7/2019).

“Saya berharap mahasiswa jangan langsung ‘menelan’ informasi yang diterima. Tapi harus benar-benar menyaring terlebih dulu, sebelum menyerap sebuah informasi,” tegasnya.

Dicontohkannya, informasi yang selama ini berkembang berkenaan dengan konflik di negara Palestina dan Israel. Di mana ada beberapa isu bahwa konflik itu merupakan perang agama. Jika informasi itu langsung diterima tanpa disaring terlebih dulu, maka akhirnya akan menjadi pemahaman yang salah.

“Yang benar itu, konflik itu terjadi karena perebutan satu wilayah, bukan faktor agama. Hal itu sudah ada tercatat di dalam kitab suci. Jadi, banyak membaca itu sangat penting, untuk mencari kebenaran dari sebuah informasi,” terang Kumpiady.

Dikatakan, ketika mahasiswa malas membaca, maka informasi-informasi tidak secara utuh dipahami.

Dengan banyak membaca pula, mahasiswa dapat lebih cerdas lagi. Sehingga, mahasiswa tersebut dapat menjadi agen-agen yang mentransmisikan paham-paham kemajemukan dan kebhinnekaan di tengah-tengah masyarakat, khususnya di wilayah Provinsi Kalteng ini.

Sebelumnya, Dosen FISIP UPR, Evi Nurleni MSi, menjelaskan bahwa kuliah umum bertema ‘Paham Radikalisme dan Kampus’ yang digagas pihaknya, merupakan bentuk tanggung jawab moral secara akademik. Hal ini untuk menyikapi fenomena tentang kampus perguruan tinggi yang diduga telah terpapar paham radikalisme.

Hal ini diungkapkan Evi Nurleni yang juga ketua panitia pelaksana kuliah umum tersebut di aula FISIP UPR, Senin.

“Kami berharap, melalui kegiatan ini juga menjadi salah satu upaya memahami lebih mendalam, apa saja yang menjadi faktor-faktor penyebab terkait dengan radikalisme, dan ingin mengetahui bagaimana langkah-langkah apa saja untuk mengantisipasinya,” kata Evi Nurleni.

Dengan demikian, lanjutnya, kita dapat mengetahui beberapa upaya untuk mencegah penyebarluasan paham radikalisme di lingkungan kampus. Terkhusus lagi di kalangan mahasiswa dan seluruh civitas akademika di UPR.(**/red)

Berita Terkait