Kalteng Sangat Siap Jadi Ibu Kota Pemerintahan

Prof Dr Kumpiady Widen PhD

PALANGKA RAYA – Rencana pemindahan Ibu Kota Pemerintahan menuai tanggapan banyak pihak. Salah satunya Dekan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Palangka Raya (UPR), Prof Dr Kumpiady Widen PhD.

Menurutnya, ada beberapa pertimbangan kenapa Bumi Tambun Bungai sangat layak jadi Ibu Kota Pemerintahan Republik Indonesia (RI).

“Secara historis Presiden Pertama RI Ir Soekarno menyatakan bahwa Palangka Raya dipersiapkan menjadi ibu kota pemerintahan kedepan,” kata Kumpiady kepada uprjayaraya.com, Sabtu (4/5/2019).

Secara geografis, tambahnya, Kalteng berada di tengah kepulauan Republik Indonesia. Kemudian secara politis, Kalteng tidak berbatasan langsung dengan wilayah negara lain.

“Kalteng aman dari bencana alam seperti gempa bumi, tsunami, gempa tektonik. Luas wilayah 1,5 kali Pulau Jawa dengan kepadatan penduduk 17 jiwa/km2,” sebutnya.

Selanjutnya, pemerintah kabupaten/kota dan provinsi telah mengalokasikan lahan tempat pembangunan infrastruktur serta tersedia pelabuhan laut dan pelabuhan udara.

“Secara sosial dan budaya, masyarakat Kalteng menyambut baik rencana pemindahan ibu kota tersebut dengan falsafah Huma Betang, kebersamaan, musyawarah, toleransi, kejujuran, keterbukaan, dan belom bahadat sebagai modal sosial dalam hidup keberagaman,” ungkap Kumpiady.

Sumber daya manusia masyarakat Kalteng juga diyakini siap berpartisipasi membangun Kalteng dan ibu kota pemerintahan RI.

Diungkapkan pula, topografi lahan yang akan menjadi tempat pembangunan infrastruktur calon ibu kota pemerintahan dimaksud, adalah tanah datar dan bebas dari gambut. (yfd/red)

Berita Terkait