Pelaksanaan Program Unggulan Mura Dimulai dari Desa

Bupati Mura Berikan Kuliah Umum di UPR

Bupati Mura Drs Perdie MA saat memberikan kuliah umum dihadiri ratusan mahasiswa FISIP di aula Pascasarjana Universitas Palangka Raya, Kamis (12/9/2019).

PALANGKA RAYA – Warga Kabupaten Murung Raya (Mura) patut bersyukur dan mengapresiasi perhatian Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Mura khususnya di bidang pendidikan. Pasalnya, Kabupaten Mura memberikan kesempatan seluas-luasnya kepada putera dan puteri daerah setempat untuk menempuh pendidikan di perguruan tinggi, mulai dari program studi D3, D4, S1 hingga S2. Bahkan untuk itu, dana yang disiapkan dalam APBD Kabupaten Mura tahun 2019 ini nilainya mencapai Rp12,5 miliar.

Hal itu dipaparkan Bupati Mura Drs Ferdie M Yoseph MA ketika menjadi narasumber utama dalam Kuliah Umum bertema Pembangunan Berbasis Perdesaan di Kabupaten Murung Raya, yang diselenggarakan oleh Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) di Aula Pascasarjana Universitas Palangka Raya (UPR), Kamis (12/9/2019) siang.

“Pemkab Murung Raya juga menganggarkan bantuan biaya pendidikan bagi warga desa. Di mana dalam satu desa atau kelurahan, sebanyak 10 orang yang mendapat bantuan pendidikannya sampai selesai,” jelas Perdie pada kuliah umum yang dihadir Dekan FISIP UPR, Prof Dr Kumpiady Widen MA PhD, sejumlah dosen dan jajaran Pemkab Murung Raya dengan Moderator Wakil Dekan Bidang Kemahasiswaan Dr Jhon Retei.

Menurut Perdie, khusus tahun 2019 ini Kabupaten Mura memiliki target sebanyak 1.250 orang yang akan mendapat bantuan biaya pendidikan, baikuntuk kuliah di perguruan tinggi negeri maupun swasta.

“Tahun ini melalui APBD Mura, dianggarkan setiap mahasiswa dari Kabupaten Mura mendapat bantuan biaya pendidikan Rp10 juta. Kita akan bantu mereka selama 5 tahun hingga tahun 2023, dengan harapan setelah lulus mereka kembali ke Murung Raya dan dapat membesarkan Kabupaten Murung Raya,” jelasnya.

Sejak beberapa tahun lalu, atau tepatnya di tahun 2014, Kabupaten Mura memiliki sejumlah program unggulan. Di antaranya Kartu Mura Cerdas, Kartu Mura Sehat dan
Kartu Mura Sejahtera.

Kartu Mura Sejahtera, ditujukan bagi 1000 orang warga yang diindikasikan warga miskin, dan mengalami gangguan kejiwaan.

Program Mura Sehat, Mura Cerdas, dan Mura Sejahtera ini sudah dicanangkan pada Desember 2013 sebelum dijalankan oleh pemerintah pusat secara nasional,” ujar Bupati Mura dua periode ini.

Ditegaskan Perdie, seorang kepala daerah harus mempunyai visi, misi dan program yang jelas. Jika tidak punya itu, maka akan sulit menjadi kepala daerah. Di Kabupaten Mura terdapat sebanyak 116 desa/kelurahan. Biaya yang dianggarkan untuk dana desa-desa tersebut masing-masing sebesar Rp1,5 miliar.

“Kalau tidak fokus, maka anggaran pembangunan desa tidak akan kelihatan hasilnya. Karena itu, mau tidak mau pembangunan di Murung Raya harus dimulai dari desa,” tegas Perdie dalam acara yang diikuti ratusan mahasiswa.

Tiga program unggulan Kabupaten Mura, saat ini sudah disinergikan dengan program-program prioritas antara Pemerintah Pusat dan Pemprov Kalteng. Sehingga dalam pelaksanaannya tidak tumpang tindih.

Kepada semua mahasiswa, alumni STPDN Angkatan Pertama ini meminta agar tetap bersemangat belajar, fokus dan percaya diri. Sehingga kedepan dapat mengaktualisasi ilmu pengetahuan dan keterampilannya dengan baik, serta berguna bagi masyarakat, daerah dan bangsa.(mz/red)

 

 

Berita Terkait