Dokter Baru Diharapkan Bersedia Mengisi Kekosongan Formasi

dr Suyuti Syamsul bersama pejabat Rektorat UPR memberikan ucapan selamat kepada para dokter baru dan keluarganya usai pelantikan di Aula Rahan, Lantai II Rektorat UPR di Palangka Raya, Senin (30/12/2019).

PALANGKA RAYA – Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Kalteng, dr Suyuti Syamsul MMPM, berharap agar dokter baru alumni Fakultas Kedokteran Universitas Palangka Raya (FK UPR) yang baru dilantik, dapat mengisi formasi-formasi dokter yang masih kosong di wilayah Provinsi Kalteng.

Terutama sekali harapan saya, dokter baru ini bersedia bekerja di tempat terpencil dan daerah-daerah pinggiran. Karena ini yang menjadi masalah kita selama ini,” kata Suyuti usai menghadiri Pelantikan dan Pengambilan Sumpah Dokter Angkatan Ke-XIII FK UPR di Aula Rahan, Lantai II Rektorat UPR di Palangka Raya, Senin (30/12/2019).

Di Kalteng sekarang ini ada sekitar 20 Puskesmas yang tidak ada dokternya. Karena itu, Dinkes Kalteng dengan berbagai cara nantinya, berharap para dokter baru bersedia ditugaskan di daerah-daerah terpencil itu, baik yang ditugaskan oleh pemerintah kabupaten/kota maupun pemerintah provinsi melalui penugasan khusus untuk Pegawai Tidak Tetap (PTT).

Dinkes memang tidak memberikan layanan langsung. Tetapi Puskesmas berada di bawah kendali Dinkes Kabupaten/Kota. Namun demikian, menurut Suyuti, pihaknya berusaha mengisi kekosongan itu melalui penugasan khusus PTT dari Pemerintah Provinsi. Sedangkan insentifnya mulai tahun 2020 nanti, akan dinaikkan. Selain dokter, pihaknya juga akan menempatkan bidan dan perawat.

“Harapan kita kepada lulusan ini, karena sekarang masih ada Puskesmas yang belum ada dokternya, mereka bersedia kita tempatkan ke sana. Terutama di daerah yang terpencil yang belum ada dokternya. Tahun depan (2020) insentifnya akan kita naikkan. Mudah-mudahan mereka mau,” katanya.

Untuk penugasan khusus PTT, jelas Suyuti, masa tugasnya asalah satu tahun dan bisa diperpanjang satu tahun lagi. Setelah itu, terserah kepada yang bersangkutan kalau ingin mencari pekerjaan lain. Yang jelas, pihaknya meminta sebagai petugas PTT maksimal selama dua tahun.(mz/red)

Berita Terkait