56 Tahun UPR Tidak Pernah Dapat Dana Sarpras

Dr Andrie Elia SE MSi

PALANGKA RAYA – Rektor Universitas Palangka Raya (UPR) Dr Andrie Elia SE MSi mengungkapkan, selama 56 tahun universitas tersebut tidak pernah mendapat dana sarana dan prasarana (sarpras) dari Kementerian Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti).

“Mudah-mudahan pada 2020 mendatang kita mendapatkan dana sarana dan prasarana ini dari Kemenristekdikti,” kata Andrie saat Rapat Koordinasi Perkuliahan Semester Genap Tahun 2019 Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) UPR di Aula Rahan Rektorat, Rabu (27/3/2019).

Ia menjelaskan, saat ini UPR akan mengusulkan permintaan dana sarpras kepada Kemenristekdikti. Apabila usulan tersebut disetujui akan dipergunakan untuk membenahi sarpras yang ada.

“Selain mengajukan usulan anggaran ke Kemenristekdikti, kami juga mengusulkan pinjaman luar negeri. Nanti yang bayar bukan kita (UPR, red), tetapi Kemenristekdikti,” ucapnya.

Ia berharap kepada seluruh dekan dan dosen/tenaga kependidikan untuk bergerak bersama-sama guna mewujudkan apa yang sudah direncanakan.

“Tentunya kami tidak bisa bekerja sendiri, namun harus didukung oleh seluruh civitas akademika di Universitas Palangka Raya,” kata Andrie yang juga Ketua Harian Dewan Adat Dayak (DAD) Provinsi Kalimantan Tengah tersebut. (yfd/red)

Berita Terkait