Rekrutmen P3K Disambut Positif

Dr Kuswari SPd MPd

PALANGKA RAYA – Adanya perekrutan Tenaga Kontrak atau Honorer Kategori Dua (K2) khusus tenaga pendidik melalui penerimaan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (P3K) oleh pemerintah, disambut positif sejumlah kalangan.

Alasannya, walaupun dalam tahap pertama ini jumlahnya tergolong sedikit, namun sudah membukti bahwa pemerintah tetap peduli dengan nasib para honorer K2.

Menurut Ketua Program Studi (Prodi) Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Palangka Raya (UPR), Dr Kuswari SPd MPd, rekrutmen P3K sangat positif. Selama ini pihaknya selalu memantau alumni PGSD UPR guna mengetahui di mana dan sudah berapa lama mereka bekerja. Ternyata masih banyak yang berstatus tenaga guru kontrak atau honorer.

“Banyak alumni PGSD ini yang bekerja di daerah-daerah, mereka mengajar di sekolah-sekolah, ada yang sudah jadi pegawai negeri, banyak juga yang masih honorer,” ungkap Kuswari di Palangka Raya, kemarin.

Dikatakan, bagi pihaknya tidak masalah jika alumni PGSD FKIP UPR menjadi guru atau tenaga bidang lainnya, asalkan dia bekerja dan mendapatkan penghasilan yang sah.

“Yang jelas, kami mendidik mereka untuk siap menjadi guru SD. Tapi kalau kenyataannya mereka bekerja di bidang lain, juga tidak ada masalah. Karena dari hasil pantauan kami, ada yang bekerja di perbankan, pertambangan, perkebunan dan lainnya. Bahkan ada juga yang membuka usaha sendiri,” jelas Kuswari.

Terkait dibukanya penerimaan P3K, Kuswari selain menyambut positif juga berharap dilakukan setiap tahun dan formasinya ditambah. Mengingat seperti di Kalteng masih banyak desa-desa yang kekurangan guru SD, dan lokasinya merata di semua kabupaten/kota. Begitu juga bagi yang masih berkuliah, dengan adanya P3K diharapkan lebih bersemangat untuk meningkatkan kualitas diri dan ilmunya.

“Dari pantauan kami, banyak alumni sekolah ini menjadi guru honorer di desa-desa. Mereka dibayar ada yang dari dana BOS dan ada yang dari sumbangan masyarakat. Besaran honornya ada yang Rp400 ribu, ada yang Rp500 ribu sebulan. Meski demikian, mereka kami minta tetap bersabar. Yang penting ilmunya berkembang,” ucap Kuswari.
Diketahui, Pemprov Kalteng dalam bulan Pebruari 2019 ini akan melaksanakan perekrutan P3K tahap pertama, dikhususkan bagi tenaga pendidik kontrak atau honorer K2 sebanyak 23 orang.

Sedangkan seleksi tahap dua, diperuntukkan bagi kategori umum. Namun Pemprov Kalteng masih menunggu informasi dari pemerintah pusat, dan diharapkan dapat dilaksanakan pada tahun 2019 ini juga.(redaksi)

Berita Terkait