Yudisium FKIP UPR

Rektor Berpesan Wisudawan Guru UPR Dapat Menghadapi Tantangan Zaman

Uprjayaraya.com
Palangka Raya,
Yudisium Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Palangka Raya (UPR) periode kali ini tetap digelar dengan metode daring dan luring. Metode yang sudah pernah digelar sejak pandemi Covid-19 beberapa tahun lalu. Sebanyak 238 wisudawan dan wisudawati dari berbagai program studi hadir dalam kegiatan tersebut dengan komposisi 45 hadir secara luring dan 193 secara daring. Pelaksanaan yudisium digelar di ruang aula modern gedung PPIIG UPR pada Senin (18/04/2022).

“Kita tetap melaksanakan yudisium dengan metode luring dan laring, meskipun pemerintah sudah mengijinkan kita berkegiatan secara luring namun sangatlah perlu bagi kita untuk tetap waspada dengan protokol kesehatan,” Sambutan Dekan FKIP UPR Dr. Natalina Asi, MA.

Natalia juga menyampaikan, bahwa pelaksanaan wisuda secara daring dan luring ditengah pandemi covid-19, bukanlah hal yang baru lagi. Terlebih, saat itu UPR memiliki fasilitas moderen yakni aula di gedung PPIIG UPR yang mendukung pelaksanaan secara daring dan luring.

Sementara itu, Rektor Dr Andrie Elia dalam sambutannya, menyampaikan beberapa pesan terhadap wisudawan-wisudawati FKIP yang kedepannya akan menjadi “omar bakri” tersebut.

“Perlu kita sadari, perubahan zaman selalu menyertai tumbuhnya setiap generasi, sehingga ini menjadi tantangan yang harus dihadapi, khususnya guru di dunia pendidikan. Oleh itu saya harapkan, Anak-anak ku setelah kembali ke masyarakat untuk mengaplikasikan ilmu yang kalian dapatkan selama berkuliah di UPR, dapat menyesuaikan diri dan berinovasi untuk membangun generasi yang baik,” ucapnya.

Ditambahkan Andrie bahwa dalam menjalankan pengabdiannya ditengah masyarakat, lulusan UPR mampu menjaga nama baik almamater dan terus meningkatkan kemampuan diri.

“Sampaikan ke masyarakat luas, bahwa FKIP UPR siap menjadi partner dalam menyediakan tenaga pendidik yang diperlukan untuk membangun generasi Indonesia yang hebat dan tangguh,” ucap pria yang juga tokoh budaya dan adat di Kalteng ini.

Dalam perayaan yudisium tersebut, dengan bangga Andrie menyampaikan selamat kepada seluruh lulusan, terkhusus untuk lulusan terbaik (cumlaude) dengan IPK 3.90 pada Prodi pendidikan Bahasa Inggris atas nama Anggre Oktarind. (Rul)

Berita Terkait