FP UPR Bekerja Sama Dengan KLHK. Pemanfaatan Lahan Gambut Tanpa Merusak Ekosistem

Uprjayaraya.com
Palangka Raya,
Dalam rangka mengamankan kesediaan pangan nasional serta mengantisipasi kelangkaan dan krisis pangan, pemerintah telah mengambil langkah stategis, salah satunya program food estate. Di Kalteng, lokasi yang digunakan di Kabupaten Kapuas, Pulang Pisau dan Barito Selatan dengan komposisi tanah dominan gambut serta lahan eks-PLG.

Sebagai salah satu langkah untuk mensukseskan program tersebut, pemerintah  melalui Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) menjalin kerjasama dengan Fakultas Pertanian, Universitas Palangka Raya (FP-UPR) akan melaksanakan Program Desa Mandiri Peduli Gambut. Yang mana UPR menyediakan tenaga fasilitator, yang akan mendapat pembinaan dari KLHK.

“Kegiatan pelatihan Fasilitator Desa Mandiri Peduli Gambut Tahun 2020 diikuti oleh 16 orang tenaga Fasilitator Desa Mandiri Peduli Gambut yang berasal dari 8 (delapan) desa/kelurahan dan 3 (tiga) kabupaten yang terpilih dari hasil seleksi yang dilakukan oleh Fakultas Pertanian, Universitas Palangka Raya, “ucap Rektor UPR Dr Andrie Elia melalui Dekan FP-UPR Dr Susilawaty saat dikonfirmasi pada Jumat (16/10/2020).

Lanjutnya, kegiatan pelatihan fasilitator telah berlangsung hari ini (kemarin) hingga tanggal 17 Oktober 2020. Pelaksanan di ruang perkuliahan FP UPR.

Lanjutnya, dalam penjaringan peserta fasilitator dilakukan dengan beberapa persyaratan yang harus dipenuhi sebelumnya. Dalam hal ini masing-masing Desa/Kelurahan diwakili oleh 2 (dua) orang Fasilitator Desa. Adapun fasilitator ini berasal dari Desa Babal, Kecamatan Karau Kuala, Kabupaten Barito Selatan, Desa Tampulang, Kecamatan Jenamas, Kabupaten Barito Selatan, Desa Tabatan, Kecamatan Jenamas, Kabupaten Barito Selatan, Desa Penda Barania, Kecamatan Kahayan Tengah, Kabupaten Pulang Pisau, Desa Tanjung Sangalang, Kecamatan Kahayan Tengah, Kabupaten Pulang Pisau, Desa Lahei Mangkutup, Kecamatan Mantangai, Kabupaten Kapuas, Desa Tumbang Muroi, Kecamatan Mantangai, Kabupaten Kapuas, dan Kelurahan Penamas, Kecamatan Selat, Kabupaten Kapuas.

“Harapannya, fasilitator yang terpilih ini dapat menjadi agen perubahan dalam mensukseskan program food estate dengan tetap menjaga ekosistem gambutnya. Selanjutnya, setelah pelatihan ini Fasilitator Desa Mandiri Peduli Gambut ini akan kembali ke masing-masing Desa/Kelurahan dan akan didampingi oleh Pendamping Fasilitator Desa yang berasal dari Fakultas Pertanian,” Katanya.

Lanjutnya, Universitas Palangka Raya yang nantinya akan bekerjasama dengan masyarakat untuk memfasilitasi, membina, dan membentuk kegiatan masyarakat terkait penguatan perekonomian masyarakat serta peningkatan kemandirian masyarakat dalam pengelolaan sumberdaya alam dan lingkungan yang ada di sekitar kawasan gambut.

“Sehingga kawasan gambut dapat lestari dan bermanfaat bagi kehidupan masyarakatnya. Selanjutnya, kegiatan pendampingan yang dilakukan oleh Fakultas Pertanian, Universitas Palangka Raya ini akan berlangsung selama 3 (tiga) bulan dari bulan September – Desember 2020,” tutupnya. (Rul)

Berita Terkait