Ribuan Bibit Lele Dumbo Ditabur di Kolam Pembelajaran

Rektor UPR Dr Andrie Elia SE MSi bersama sejumlah pejabat Rektorat lainnya, menabur bibit ikan lele dumbo di kolam ikan milik Jurusan Perikanan Fakultas Pertanian UPR, Senin (25/11/2019) sore.

PALANGKA RAYA – Sebanyak 3 ribu ekor bibit ikan lele dumbo dilepas dalam kolam ikan milik Jurusan Perikanan Fakultas Pertanian Universitas Palangka Raya (UPR).

Penaburan benih ikan ini dilakukan oleh Rektor UPR Dr Andrie Elia SE MSi bersama dua Wakil Rektor Prof Dr Suandi Sidauruk MPd dan Prof Dr Sulmin Gumiri PhD, Dekan Fakultas Pertanian Dr Ir Sosilawaty MP dan sejumlah pejabat Rektorat lainnya, Senin (25/11/2019) sore.

Sedangkan untuk perawatan dan pemeliharaan secara rutin benih ikan tersebut, diserahkan kepada mahasiswa Afirmasi Papua.

“Mulai sejak penaburan benih ikan ini, maka selanjutnya yang bertanggung jawab untuk merawat dan memeliharanya adalah mahasiswa dari Afirmasi Papua,” kata Andrie Elia dalam kegiatan yang juga dihadiri puluhan mahasiswa UPR asal Papua.

Menurut Rektor, penaburan benih ikan ini merupakan ujicoba terlebih dahulu. Karena nantinya akan dikembangkan lebih luas lagi di lahan khusus yang dibuat pada tahun 2020 mendatang.

Selain itu, mahasiswa Afirmasi Papua yang menempuh pendidikan pada Jurusan Perikanan, dapat belajar langsung bagaimana menghasilkan perikanan darat. Sehingga nantinya mereka tahu dan paham betul bagaimana menjalankan bisnis usaha perikanan darat, dan dapat menghasilkan nilai tambah bagi perekonomian keluarga dan juga masyarakat.

“Ikan adalah salah satu sumber protein bagi masyarakat. Warga negata Jepang merupakan pemakan ikan paling tinggi di dunia, dan rata-rata mereka intelektualnya tinggi. Jadi, sangat bagus kalau generasi sekarang dibiasakan mengonsumsi ikan,” terang Andrie Elia.

Mengenai benih lele dumbo yang ditabur ini, diharapkan paling lama sekitar 75 hari kedepan hasilnya sudah bisa dipanen. Jika perhitungan tepat, maka akan menghasilkan produksi ikan lele dumbo sekitar 225 ribu kilogram.

“Ini kolam pembelajaran, untuk nantinya bisa dikembangkan di tempat lain yang lebih luas lagi,” imbuh Andrie Elia.(yfd/mz/red)

Berita Terkait