Kemajuan Teknologi Berdampak Terhadap Lingkungan dan Hubungan Sosial

Prof Dr Sulmin Gumiri MSc

PALANGKA RAYA – Tantangan bagi dunia pendidikan kedepan, cukup banyak dan beragam. Di antaranya, di Indonesia hingga kini masih tingginya angka pengangguran. Sehingga, hanya orang-orang yang punya skill dan keterampilan yang baik saja yang mampu bersaing dalam pendapatan pekerjaan. Kemudian, ekspor Indonesia masih berbasis elektronik, kayu, minyak sawit dan hal lainnya yang bersifat sumber daya alam. Kita juga masih sangat menggantungkan diri kepada peralatan mesin, bahan kimia, dan bahan bakar.

Hal tersebut dipaparkan Wakil Rektor Universitas Palangka Raya (UPR) Bidang Perencanaan dan Kerja Sama, Prof Dr Sulmin Gumiri MSc, dalam kuliah umum bertema ‘Merespon dengan Cepat Tantangan Pendidikan Keteknikan di Era 4.0’ di Aula Rahan, Lantai II Gedung Rektorat UPR, Senin (2/9/2019).

“Itu semua adalah tantangan bagi dunia pendidikan termasuk pendidikan keteknikan,” jelasnya dalam acara yang dihadiri sekitar 500 mahasiswa baru Fakultas Teknik UPR Angkatan 2018/2020.

Yang tidak kalah pentingnya untuk diperhatikan, lanjutnya, adalah kemajuan teknologi sekarang ini telah menimbulkan dampak lingkungan dan isu kemanusiaan. Dua dampak ini berpengaruh besar terhadap perubahan lingkungan hidup yang begitu cepat, dan hubungan sosial antar manusia.

Dicontohkan, sekarang ini semua orang sudah memakai handphone (HP), dan sangat berpengaruh terhadap pola hubungan antar manusia. Misalnya, ada lima orang teman bersama-sama pergi ke warung. Namun ketika berada di dalam warung, mereka sibuk dengan HP-nya masing-masing, dan sangat sedikit bertegur sapa.

“Jadi harus hati-hati dengan kemajuan teknologi. Meskipun anda pintar, tetapi tidak punya teman, karena hanya berteman dunia maya, maka sangat rentan terkena stress. Makanya, sangat diperlukan hubungan antar manusia untuk saling peduli,” kata lulusan Hokkaido University, Jepang ini.

Diingatkan, bahwa sesorang bisa meningkat dan maju hidupnya jika memegang prinsip tidak pernah berhenti untuk belajar. Karena dalam era revolusi 4.0 sekarang ini, diperlukan seseorang yang kaya akan inovasi, peduli lingkungan yang tinggi, dan bisa bergaul dengan siapapun.

“Tidak penting di mana anda belajar. Kuliah di Universitas Palangka Raya bukan berarti anda tidak bisa maju. Proseslah yang menjawab semuanya. Pengalaman hidup saya menunjukkan bahwa alumni Universitas Palangka Raya mampu bersaing dengan alumni-alumni perguruan tinggi lainnya. Yang jelas, setinggi apapun pendidikan anda, jangan pernah berhenti belajar. Karena dunia akan selalu berubah,” tegas Prof Sulmin Gumiri.

Diceritakan pula, era 1.0 ditandai dengan penemuan mesin uap, era 2.0 dimulai sejak penemuan listrik, dan era 3.0 sejak penggunaan komputer. Sedangkan era 4.0 sekarang ini ditandai dengan semuanya berbasis digital (IT).(mz/red)

 

Berita Terkait