Mahasiswa FT UPR Dapat Tawaran Magang di Jerman

Mahasiswa Fakultas Teknik Universitas Palangka Raya mendengarkan paparan Wolfgang Nickel, terkait tawaran magang di Jerman, Jumat (14/12).

PALANGKA RAYA – Puluhan mahasiswa Jurusan Teknik Sipil (JTS), Fakultas Teknik (FT), Universitas Palangka Raya (UPR), kedatangan tamu istimewa dari Jerman. Kedatangan tamu mancanegara itu bukan untuk melakukan kunjungan semata, melainkan memberikan tawaran magang dan hidup di Negeri Hitler.

Kegiatan yang dibalut dengan presentasi tentang magang dan hidup di Jerman, digagas dari kerjasama antara Eka Kharati Institut dengan JTS FT UPR. Tak tanggung-tanggung, sekitar kurang lebih 40 mahasiswa, siswa SMA, dan masyarakat umum, diundang untuk mendengarkan paparan dari Wolfgang Nickel yang merupakan pengusaha Hotel dari Kota Leipzig, Jerman.

Wolfgang Nickel sendiri, terkenal dengan program magangnya. Karena berhasil mengirimkan tenaga kerja magang dari Indonesia ke Jerman, terutama di bidang perhotelan, restaurant, manajemen perkantoran, tenaga teknik, perawat panti jompo, hingga asisten dokter dan lain-lain.

“Tempat tinggal, dan makanan merupakan kebutuhan primer yang sangat mahal di Jerman, serta tiket penerbangan ke Jerman akan dibiayai perusahaan pemberi kerja,” papar Wolfgang Nickel melalui penerjemahnya Agus Hutapea.

Disampaikan, syarat utama untuk dapat mengikuti program yang ditawarkan  harus mendapatkan Visa, atau izin masuk, dan bekerja. Selain itu, memiliki kemampuan berbahasa Jerman yang dibuktikan dengan lulus ujian sertifikat dari Goethe Institut Indonesia di Bandung, Jakarta, dan Surabaya.

Menurutnya, setelah tiga tahun bekerja sesuai kontrak, visa yang diperoleh nantinya tidak terbatas. Tentunya, akan sangat menguntungkan bagi pekerja magang apakah kembali ke Indonesia, atau meneruskan bekerja secara professional di Jerman, atau melanjutkan studi, dan menikmati pendidikan gratis seperti layaknya masyarakat Jerman asli tanpa ada membedakan asal usul kewarganegaraannya.

Sementara dalam belajar Bahasa Jerman, lanjut Wolfgang Nickel, dibutuhkan waktu antara tiga sampai enam bulan. Di Palangka Raya, dia memercayakannya kepada Eka Kharati Institut untuk melatih, dan menuntun pembelajaran berbahasa Jerman kepada yang berminat memeroleh sertifikat Bahasa Jerman yang diujikan di Goethe Institut Indonesia.

Terpisah, Ketua Jurusan program studi JTS FT UPR Haiki Martyupi menyatakan, kegiatan yang dilakukan sangat bagus bagi para peserta, terutama mahasiswa teknik sipil yang ingin mencoba keberuntungan di negara lain.

“Kalau mereka berminat, tentunya program ini sangatlah bagus untuk dicoba. Kapan lagi kesempatan itu datang jika tidak dicoba dari sekarang, karena upah atau gajih yang diterima sangatlah tinggi dibandingkan di Indonesia,” tutupnya.(redaksi)

Berita Terkait