Mahasiswa Keluhkan Dosen Jarang Turun

Dekan Fakultas Teknin Universitas Palangka Raya (UPR) Ir Waluyo Nuswantoro MT

PALANGKA RAYA – Sejumlah mahasiswa Fakultas Teknik Universitas Palangka Raya (FT UPR) mengharapkan pihak Rektorat setempat bisa mengevaluasi kinerja para dosen, bukan hanya terhadap mahasiswa. Alasannya, karena ada beberapa dosen yang diduga jarang turun ke kampus untuk mengajar dan memberikan bimbingan kepada mahasiswa.

“Mungkin mereka (dosen tersebut) punya usaha di luar. Sehingga jarang turun ke kampuas dan sangat susah dijumpai. Tapi yang kasihan, kami sebagai mahasiswa ini,” ungkap salah seorang mahasiswa jurusan Teknik Sipil FT UPR, Jayarsi M Silalahi, kepada uprjayaraya.com, Rabu (12/12).

Didampingi beberapa rekannya sesama mahasiswa, Jayarsi mengakui bahwa kondisi itu cukup mengganggu pihaknya sebagai mahasiswa.

“Mau konsultasi saja, susah. Karena dosennya sulit dijumpai dan jarang turun. Ini terjadi di Fakultas Teknik, di fakultas lain kami tidak tahu. Tolonglah kami mahasiswa ini, agar lebih diperhatikan,” harapnya.

Untuk pengurusan birokrasi, sambung Jayarsi, pihaknya juga seringkali kesulitan karena petugasnya kurang tanggap. Begitu juga dalam pengurusan transkrip nilai untuk kebutuhan tugas akhir, Kuliah Kerja Nyata (KKN) dan lainnya, cukup sulit dan cenderung lama.

“Pihak TU (Tata Usaha) kurang tanggap dan tidak ramah dalam melayani mahasiswa yang berurusan. Petugas TU juga cepat pulang, sekitar jam 12 di ruangan sudah tidak ada orangnya,” ucapnya.

Adanya keluhan mahasiswa itu, ditanggapi langsung oleh Dekan FT UPR, Ir Waluyo Nuswantoro MT. Menurutnya, pihaknya akan melihat bagaimana kondisi yang sebenar, dan akan memperhatikan keluhan mahasiswa.

“Kalau ada dosen yang lama tidak turun, berarti tidak mengajar. Nanti akan kita lihat. Kalau memang benar, pasti akan kita tegur. Tapi mahasiswa juga harus melihat jadwal kuliahnya. Jangan langsung mengganggap dosennya tidak turun,” kata Waluyo, Rabu siang.

Kalau memang benar ada dosen yang jarang turun, mahasiswa diminta menyampaikan ke pihak jurusan yang bersangkutan, atau bisa langsung ke Dekan. Jadi bisa diambil tindakan. Di antaranya berupa teguran agar aktif melaksanakan tugas utamanya sebagai pengajar.

“Ini semua untuk kelancaran proses belajar mengajar. Jangan sampai kuliah mahasiswa terbengkalai. Kita ingin mahasiswa bisa lulus tepat waktu, dan akreditasi bisa dikejar,” jelas Waluyo.

Dia juga mengucapkan terima kasih kepada mahasiswa yang bersedia memberikan informasi ini. Sehingga bisa segera dilakukan perbaikan. Pihaknya juga meminta agar para dosen bisa aktif dan menjadikan tugas utamanya sebagai prioritas yang harus dilaksanakan.

“Paling tidak seminggu sekali ada waktu untuk mahasiswa berkonsultasi dan sharing informasi dengan dosen pembimbingnya. Agar progressnya bisa kita ketahui,” harap Waluyo. (redaksi)

Berita Terkait