Unik, Ini Cara Mahasiswa Jurusan TI UPR Laksanakan Ujian Skripsi

Mahasiswa Teknik informatika Fakultas Teknik Universitas Palangka Raya memakai baju adat saat ujian skripsi

 

Jurusan Teknik Informatika Fakultas Teknik Universitas Palangka Raya (UPR) melakukan hal yang cukup unik dalam pelaksanaan Ujian Skripsi periode Februari 2020 yang akan dilaksanakan.

Berdasarkan hasil rapat Jurusan pada tanggal 10 Januari 2020, salah satu point nya menyepakati tentang busana mahasiswa yang akan mengikuti Ujian Akhir Skripsi untuk menggunakan pakaian daerah agar dapat mencerminkan asal daerah mahasiswa tersebut.

Ketua Jururusan Teknik Informatika, Abertun Sagit Sahay ST., M. Eng menjelaskan bahwa ujian skripsi di jurusan Teknik Informatika terdiri dari 3 tahapan. Tahapan 1 yaitu ujian Proposal untuk menguji kelayakan judul. Tahap kedua yaitu seminar hasil untuk menguji hasil yang dikerjakan, dan pada tahapan ini memutuskan apakah mahasiswa bisa melanjutkan ke tahapan terakhir yaitu ujian akhir.

Jika pada tahap seminar hasil tersebut mahasiswa diperbolehkan lanjut, mahasiswa tersebut sudah bisa dipastikan lulus ujian skripsi tetapi penentuan nilai akhir tetap pada tahapan ujian akhir.

“Berdasarkan hasil rapat jurusan pada bulan januari 2020, menyepakati bahwa mahasiswa yang menempuh ujian akhir skripsi (tahapan akhir) diminta mengenakan pakaian adat Nusantara. Hal ini kami sepakati dengan tujuan untuk menumbuhkan rasa kebhinekaan Indonesia serta menumbuhkan kebanggan mahasiswa dan dosen juga akan keragaman budaya Indonesia” ungkap Ketua Jurusan TI.

Hal ini diharapkan harapkan tidak membebani mahasiswa yang menempuh ujian skripsi, tetapi justru menumbuhkan kesadaran dan kebaggaan akan Indonesia. Pihaknya juga berharap agar para mahasiswa setelah melaksanakan ujian tersebut dapat merayakan kelulusannya bersama sahabat-sahabat dan para dosen dengan nuansa yang lain dari yang sebelumnya yaitu nuansa Nusantara.(sesa)

 

Berita Terkait