UPR dan Stakeholder Pertambangan Tandatangani Kesepahaman Bersama

Wakil Rektor Bidang Perencanaan dan Kerja Sama Prof Dr Sulmin Gumiri PhD melakukan penandatanganan MoU dengan perusahaan pertambangan, untuk pengembangan pendidikan tinggi di UPR, Senin (1/7/2019).

PALANGKA RAYA – Universitas Palangka Raya (UPR) sebagai kampus tertua dan terbesar di Kalimantan Tengah (Kalteng), terus melakukan terobosan-terobosan untuk pengembangan dunia pendidikan tinggi. Salah satu terobosan dimaksud, yakni melakukan Penandatanganan Kesepahaman Bersama (MoU) antara UPR dengan stakeholder pertambangan. Pelaksanaan acara ini dilakukan melalui Forum Kepala Teknik Tambang se-Kalteng dalam rangka Dies Natalis Program Studi (Prodi) Teknik Pertambangan, Fakultas Teknik, di Aula Palangka, Senin (1/7/2019).

Rektor UPR Dr Andrie Elia SE MSi melalui Wakil Rektor Bidang Perencanaan dan Kerja Sama Prof Dr Sulmin Gumiri PhD, dalam arahannya pada kegiatan tersebut mengatakan, kerja sama yang dilakukan ini akan menjadi salah satu faktor yang dapat mendongkrak nilai akreditasi, yakni kerja sama Prodi dengan stakeholder.

“Apa yang dilakukan Prodi Teknik Pertambangan UPR ini, merupakan kerja sama yang baik dalam mengembangkan SDM lulusan teknik pertambangan. Sehingga Prodi Teknik Pertambangan, dapat menjadi salah satu kandidat prodi yang nantinya dapat memperoleh akreditasi A,” tukasnya.

Menurutnya, kekayaan SDA termasuk sumber daya tambang, seharusnya menjadi kekuatan bagi UPR untuk segera mempercepat akselerasi pengembangan diri. Selain itu tidak ada universitas yang dapat besar, tanpa didukung penuh oleh stakeholder.

Dengan kata lain, lanjut Sulmin, dalam membangun pendidikan kembali ke hati nurani maupun moral, karena investasinya tidak terlihat dengan seketika. Melainkan, akan dapat dirasakan dalam jangka waktu yang panjang melalui SDM Kalteng yang handal dan mampu bersaing.

“Penandatanganan MoU ini adalah sebuah tonggak untuk menunjukan bahwa UPR juga mempunyai stakeholder yang sangat potensial untuk membesarkan UPR. Tentu kami menyambut baik penandatanganan MoU ini, dan ini menjadi langkah awal membangun sinergi dan kebersamaan dalam membangun pendidikan di Kalteng,” ungkap Sulmin Gumiri.

Karena apa yang dilakukan ini, bukan untuk kepentingan sejumlah pihak. Akan tetapi untuk kepentingan mahasiswa, serta anak cucu ke depan sebagai calon pemimpin bangsa.

Di tempat sama, Kepala Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) UPR Dr Ir Aswin Usup MSi menambahkan, pertambangan di Kalteng adalah sebuah potensi yang cukup besar. Oleh sebab itu, peran pengusaha sektor pertambangan sangat membantu dalam memunjang pengembangan pendidikan di UPR.

Tidak itu saja, dengan adanya kerja sama, mahasiswa khususnya mahasiswa Teknik Pertambangan UPR dapat melakukan Magang di sejumlah perusahaan mitra. Tujuannya, agar selepas menempuh pendidikan UPR, para alumni dapat terserap di perusahaan-perusahaan pertambangan yang ada di Kalteng.

“Melalui kerja sama ini, saya juga menginginkan nantinya kita bisa bersama-sama mendirikan Museum Tambang di Kalteng, baik mineral maupun batubara. Adanya museum ini, tentu dapat menjadi acuan seluruh peneliti yang ada di Indonesia maupun di luar negeri,” pungkasnya.

Untuk diketahui, penandatangan MoU tersebut diikuti sepuluh perusahaan besar swasta (PBS) sektor pertambangan. Perusahaan itu yakni CV Bunda Kandung, PT Kalimantan Surya Kencana, PT Kapuas Prima Coal TBK, PT Bangun Nusantara Jaya Makmur, PT Global Bara Mandiri, PT Maslapita, PT Multi Tambangjaya Utama, PT Telen Orbit Prima, PT Rimau Energy Mining, dan PT Trisula Kencana Sakti. (il/red)

Berita Terkait