Waspadai Agen Pencari Kerja

Mahasiswa Fakultas Teknik Universitas Palangka Raya menyimak paparan dari wolfgang Nickel, soal tawaran magang di Jerman.

PALANGKA RAYA – Pengusaha Hotel dari Kota Leipzig, Jerman, Wolfgang Nickel, mengingatkan mahasiswa Jurusan Teknik Sipil (JTS), Fakultas Teknik (FT), Universitas Palangka Raya (UPR), agar tidak tertipu oknum yang mengaku agen pemberi kerja dari Jerman, dengan biaya yang sangat tinggi antara puluhan sampai ratusan juta.

Wolfgang menjumlah pengeluaran yang sewajarnya mulai dari kursus bahasa sampai pengurusan berkas antara Rp15 juta sampai dengan Rp20 juta. Jumlah itu, tergantung tingkat kerumitan proses belajar bahasa, dan kelengkapan berkas.

“Program magang  dan hidup di Jerman bekerjasama dengan Eka Kharati Institut. Progran yang kami tawarkan, mendapat pengakuan Pemerintah Republik Federal Jerman. Itu program yang turut memberikan kontribusi positif bagi persahabatan, dan pertumbuhan ekonomi dua negara, Jerman, serta Indonesia,” tukasnya.

Dalam paparannya dihadapan mahasiswa JTS FT UPR, siswa SMA, dan masyarakat, Wolfgang Nickel sebagai pendiri program menjamin investasi yang ditanamkan akan berbuah. Selain itu, akan kembali modal setelah sekitar tiga bulan bekerja di Jerman.

“Ketika bekerja magang, orang sudah dapat hidup cukup, dan layak, tanpa menyentuh gaji yang dibayarkan perusahaan pemberi kerja,” bebernya.

Untuk diketahui, Wolfgang Nickel memaparkan tentang kebutuhan tenaga kerja di Jerman yang jumlahnya mencapai sekitar 1 juta orang pemuda-pemudi berusia sekitar 18 sampai 30 tahun.

Lowongan kerja yang tersedia, harus terlebih dahulu dimulai dengan pelatihan kerja selama kontrak minimal tiga tahun, dengan tetap diberikan upah atau gaji sebesar 400 sampai dengan 500 Euro perbulan.(redaksi)

Berita Terkait