HUT UPR-57, UPR gelar Sidang Senat Terbuka Secara Daring

Uprjayaraya.com
Palangka Raya,
Dalam rangka Dies Natalis UPR yang ke 57, UPR menggelar Sidang Senat Terbuka Universitas Palangka Raya (UPR) secara daring.

Moment berharga ini mengangkat tema  “Membangun Ekosistem Pembelajaran Yang Adaptif dan Inovatif Menuju UPR JAYA RAYA”.

“Dengan makna pada masa pendemi Covid-19 ini bagi semua civitas akademika UPR memaksa untuk beradaptasi terhadap system pembelajaran secara luring menjadi daring dengan tetap menjaga mutu pembelajaran, berkolaborasi dengan baik dan mencari strategi-strategi pembelajaran yang inovatif,” ungkap Rektor Dr Andrie Elia dalam sambutannya, Selasa (10/11/2020) pagi dalam zoom meeting.

Lanjutnya, adaptasi yang dimaksud adalah untuk menghadapi perkembangan regional, nasional dan global. Kemudian menerapkan pembelajaran inovatif yakni pembelajaran yang memerlukan dukungan ekosistem yang memadai baik fisik maupun non fisik.

“Lingkungan yang membuat semua pihak dapat melakukan perannya secara optimal dan berkesinambungan, ini harus diupayakan. Mengikuti kemajuan teknologi yang menjadi penciri Revolusi Industri 4.0, menjadi pengungkit dalam membangun kemajuan di bidang pendidikan,”katanya.

Turut dalam kegiatan tersebut Direktur Jendral Pendidikan Tinggi Kemendikbud Prof Ir Nizam dan Mantan Rektor UPR terdahulu Agus Indarjo. Kepada kedua tokoh tersebut, Rektor menyampaikan ucapan Terima kasih atas dukungannya, saran membangun dan arahan serta sumbangsih terhadap UPR.

“Saya mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Bpk Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi Kemendikbud RI Prof Ir Nizam dan kepada Dr Ir Agus Indarjo selaku Mantan Rektor UPR serta mantan rektor lainnya dan segenap dosen dan petinggi fakultas. Kemudian kepada semua civitas akademik UPR tetap bekerja secara bersinergis untuk membangun UPR JAYA RAYA,” Katanya.

 

 

Masih banyak rencana kerja yang akan di upayakan dalam jangka panjang, lanjutnya, yakni dalam tahun 2025-2034, UPR harus mampu menjadi perguruan tinggi PTN BH, Perguruan Tinggi Bertaraf Internasional.

Dimana rencananya tersebut harus dicapai dalam Kondisi pendemi Covid-19. Hal tersebut mengharuskan adanya perubahan sistem pembelajaran dari luring menuju daring, yang mengharuskan dosen dan mahasiswa wajib melakukan perkuliahan dengan system daring dan tetap menjaga mutu/ kualitas pembelajaran.

Kemudian, menghadapi proses Pendidikan Merdeka Belajar perlu adanya peningkatan kualitas dan mutu pendidikan melalui pengelolaan mata kuliah unggulan.

“Mengacu pada pola ilmiah pokok UPR agar proses pembelajaran tetap eksis.
Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ), perlu mempersiapkan modul Mata Kuliah dan sarana dan prasarana pembelajaran (ICT). Sementara itu untuk SDM perlu meningkatkan kemampuan melalui keikutsertaan dalam kegiatan pelatihan atau bimtek, Studi lanjut S2 dan S3 dan peningkatan jumlah guru besar,” Ucap rektor.

Rektor juga melihat perlunya peningkatan dan melengkapi fasilitas dan infrastruktur di UPR.

Dr Andrie Elia juga menyampaikan bahwa dalam lima tahun kedepan yakni 2020-2024, UPR harus mampu menjadi perguruan tinggi Badan Layanan Umum (BLU) dan mempersiapkan menuju Perguruan Tinggi Bertaraf Internasional.

“Untuk mencapai target itu, pimpinan UPR telah menetapkan Arah Kebijakan Strategis Universitas yaitu sistem Good University Governance, meningkatkan kualitas penelitian, publikasi ilmiah, dan pengabdian  masyarakat. Mengembangkan dan mengelola kapasitas, kuantitas dan  kualitas sumber daya akademik dan  administrasi,” Ucapnya.

Diakhir sambutannya, hal penting lainnya yang perlu dilakukan kedepannya yakni UPR meningkatkan kuantitas dan kualitas, kerjasama akademik dan non akademik; dan menanamkan nilai-nilai universitas untuk menciptakan kebanggaan terhadap almamater. (Rul)

Berita Terkait