HUTke-5 TBM-TM FK UPR adakan Webinar Pencegahan Kebakaran serta Penanganan korban Luka Bakar

Uprjayaraya.com
Palangka Raya,
Walaupun diusia yang masih muda Tim Bantuan Medis Tingang Menteng (TBM-TM ) yang merupakan Badan Semi Otonom (BSO) yang berada di Fakultas Kedokteran (FK) Universitas Palangka Raya (UPR) terus bergerak dibidang kemanusiaan. Organisasi yang berasaskan Persaudaraan dan Kemanusiaan ini berfokus pada kegiatan bantuan medis dan kegiatan sosial guna meningkatkan kemampuan dan keahlian anggotanya dalam bidang bantuan medis dan kegawatdaruratan medis, meningkatkan pengetahuan masyarakat tentang kesehatan, serta memberikan pertolongan medis bagi yang membutuhkan.

Untuk meningkatkan pengetahuan dan kemampuan anggotanya TBM-TM melaksanakan Webinar pada Sabtu,14 November 2020.
Kali ini mengangkat tema “Emergency Response Management Of Fire Victims”. Berkolaborasi dengan narasumber Kepala Bidang Pencegahan dan Peningkatan Kapasitas Sumber Daya Manusia (SDM) Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Palangka Raya yaitu Bapak Adrianson, ST dan Spesialis Bedah dr.Ade Christian Alexander Rompas, Sp.B,.
Dalam kegiatan ini, Dekan Fakultas Kedokteran UPR Prof. Dr. dr. Syamsul Arifin memberikan kata sambutan sekaligus membuka acara Webinar HUT TBM-TM. Dalam sambutanya, Prof. Dr. dr. Syamsul Arifin menyampaikan bahwa kegiatan webinar ini mengangkat tema yang cukup relevan dalam rangka untuk persiapan apalagi untuk Kalimantan Tengah dengan cuaca yang sudah mulai panas dan sangat riskan untuk terjadinya kebakaran hutan. Dekan Fakultas Kedokteran UPR juga menyampaikan harapannya untuk Tim Bantuan Medis Tingang Menteng agar dapat terus berkontribusi memberikan bantuan medis kepada masyarakat, membangun relasi kepada instansi-instansi terkait, serta berprestasi dalam bidang kegawatdaruratan medis. Webinar ini juga dihadiri oleh ratusan peserta dari seluruh Indonesia.

Narasumber Adrianson, ST menyampaikan bahwa “bencana kebakaran dapat terjadi di mana saja, kapan saja dan menimpa siapa saja”. Kebakaran adalah musibah yang tak bisa di hindari yang hampir tiap tahun terjadi kebakaran hutan atau Kebakaran yang di akibatkan konsleting listrik dan sebagainya yang biasa menimbulkan korban jiwa tapi dengan adanya webinar kali ini diharapkan bisa meningkatkan pengetahuan masyarakat awam dan mahasiswa dalam menangani kebakaran dan pertolongan pertama terhadap korban kebakaran.
Sedangkan dr Ade Christian Alexander Rompas, Sp.B mengungkapkan bahwa
“Untuk luka bakar itu sendiri memiliki tiga derajat, derajat satu ditandai kulit kemerahan dan penanganannya dengan direndam dalam air dingin tapi bukan air es, untuk derajat kedua ditandai kulit melepuh dan penangannya sama seperti penanganan derajat satu yaitu direndam dengan air dingin selama 15 menit, untuk derajat ketiga ditandai tampak hangus atau gelap dan penangannya yaitu meminta bantuan” ungkapnya. “Jadi tidak ada lagi untuk luka bakar yang diberikan odol ataupun kecap” imbuh beliau diiringi gelak tawa peserta webinar.

Peserta Webinar berharap dengan penanganan yang benar dan tepat diharapkan kebakaran tidak meluas bahkan dan tidak menimbulkan korban jiwa yang merugikan banyak pihak. Apabila terdapat korban jiwa, diharapkan dengan penanganan pertama yang baik dilokasi kejadian, luka yang dialami korban tidak memburuk atau menimbulkan komplikasi di kemudian hari. (Tim)

Berita Terkait