Implementasi MBKM di UPR

Uprjayaraya.com
Palangka Raya,
Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi yang sangat pesat saat ini, telah membawa perubahan dalam berbagai aspek kehidupan.

Dalam masa yang dinamis ini, perguruan tinggi harus merespon secara cepat dan tepat. Diperlukan transformasi pembelajaran untuk bisa membekali dan menyiapkan lulusan Pendidikan Tinggi agar menjadi generasi yang unggul.

Hal tersebutlah yang disampaikan rektor UPR Dr Andrie Elia melalui pesan WA, Kamis (07/01/2021). Terkait Kementrian Pendidikan yang telah membuat program Merdeka Belajar Kampus Merdeka atau disingkat MBKM.

“Ditahun 2020, Program Studi Akuntansi UPR merupakan salah salah satu program studi di Indonesia yang telah berhasil memperoleh hibah MBKM dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia. Kegiatan yang diusung oleh Program Studi Akuntansi UNPAR terdiri dari: kegiatan asistensi mengajar di satuan pendidikan, kegiatan magang atau praktek kerja, dan pertukaran pelajar,”ungkapnya.

Tidak itu saja, ada lagi empat Program Studi (Prodi) di UPR yang mendapatkan hibah MBKM. Yakni Prodi Pendidikan Biologi, Prodi Teknik Informatika, Prodi Teknik Sipil dan Prodi Teknik Pertambangan.

“Dengan adanya MBKM ini, maka mahasiswa tidak hanya mendapatkan ilmu pembelajarannya di satu fakultas atau kampus tapi bisa mengambil mata kuliah di fakultas lain bahkan perguruan tinggi atau universitas lain,” jelasnya.

Untuk merealisasikan MBKM,lanjutnya, perlu adanya jalinan kerjasama yang diwujudkan dengan Memorandom of Understanding (MoU) “Untuk pembelajaran dalam program studi lain di UPR, maka perlu adanya MoU antar fakultas. Kemudian pembelajaran di luar kampus, dengan adanya MoU antar Perguruan tinggi atau universitas lain,” terangnya.

Saat ini, ada sudah beberapa langkah UPR untuk mendukung kampus Merdeka. Yakni terbit SK rektor dan panduan Merdeka belajar UPR, Sistem konversi, equivalensi dan rekognisi SKS, re-orientasi kurikulum dalam adaptasi tatanan baru dan Merdeka belajar. (Rul)

Berita Terkait