Industri Kreatif Pondasi Daya Saing Daerah

Rektor Universitas Palangka Raya DR Andrie Elia Embang SE MSi bersama dengan Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi M Nasir, melihan pameran teknologi saat lounching peringatan Hari Teknologi Nasional (Harteknas) di Lapangan Puputan Margarana, Niti Mandala, Kota Denpasar, Provinsi Bali, Kamis (21/02/2019).

PALANGKA RAYA – Industri krearif menjadi tagline dalam semangat Hari Teknologi Nasional (Harteknas) yang dicanangkan Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi, Kamis (21/02/2019), di Lapangan Puputan Margarana, Niti Mandala, Kota Denpasar, Provinsi Bali.

Apa yang dilaksanakan Kemenristekdikti, menyesuaikan dengan perkembangan zaman yang terjadi. Tentu industri kreatif tidak bisa lepas dalam semangat untuk membangkitkan ekonomi, dan kesejahteraan masyarakat daerah.

“Industri kreatif merupakan pondasi awal kemandirian, dan daya saing daerah. Itu merupakan semangat kita bersama, untuk mendorong industri kreatif semakin berkembang,” ungkap Rektor Universitas Palangka Raya DR Andrie Elia Embang SE MSi, Kamis (21/02/2019), melalui pesan aplikasi WhatsApp.

Dijelaskan Andrie, perguruan tinggi seluruh Indonesia tergerak untuk mengembangkan teknologi, untuk membangkitkan industri kreatif. Bahkan UPR akan terus melakukan inovasi, untuk membangun bangsa, khususnya daerah.

Semangat Harteknas yang digelorakan sejak awal, ungkap Rektor, akan menjadi pegangan UPR, dalam mengembangkan teknologi, guna mendorong industri kreatif. Tujuannya tiada lain, untuk meletakkan pondasi kemandirian, dan daya saing daerah.

“Kami berupaya mengembangkan ilmu pengetahuan, teknologi, dan inovasi di UPR. Kami ingin UPR berdaya saing, dan mandiri. Industri kreatif daerah, harus bangkit. Kita mampu, kita bisa. UPR akan tetap Jaya Raya,” tutup Ketua Harian Dewan Adat Dayak (DAD) Provinsi Kalimantan Tengah itu.(redaksi)

Berita Terkait