Ini Alasan Bappenas Merekomendasikan Pemindahan Ibu Kota

Wakil Rektor Bidang Perencanaan dan Kerjasama Universitas Palangka Raya Prof Sulmin Gumiri menyerahkan cinderamata kepada Staf Ahli Menteri PPN/Bappenas, sebelum diskusi pemindahan ibu kota pemerintahan, dalam Rapat Tahunan BKS PTN, di aula rahan rektorat UPR, Jumat (11/01/2019).

PALANGKA RAYA – Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional/Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN/Bappenas) merekomendasikan pemindahan ibu kota pemerintahan. Berbagai alasan kuat, mendasari kenapa harus memindahkan ibu kota.

Staf Khusus Menteri PPN/Bappenas DR Imron mengungkapkan, pemindahan ibu kota bisa meningkatkan pengelolaan pemerintahan yang efektif, dan efisien. Kemudian mampu mengurangi beban Jakarta, maupun kota yang ada di sekitarnya. Mendorong pemerataan pembangunan di seluruh Indonesia.

“Alasan lain, mengubah pola pikir pembangunan, supaya tidak hanya fokua di pulau Jawa,” ungkap Imron, ketika menjadi pemateri dalam Rapat Tahunan Badan Kerjasama (BKS) Perguruan Tinggi Negara (PTN) wilayah barat, Jumat (11/01/2019), di Universitas Palangka Raya.

Dengan pemindahan ibu kota, jelasnya, bisa menjadi identitas bangsa. Karena Istana Negara yang ada sekarang, merupakan peninggalan kolonial. Jadi tidak mencerminkan budaya Indonesia. Dengan ibu kota baru, tentu akan menjadi identitas bangsa. Kondisi itu, akan mendorong pembangunan smart city yang mampu meningkatkan daya saing.

“Pemindahan akan menunjukkan identitas sebagai bangsa maritim,” tegas Imron.

Rencana itu bisa terwujud, kata Imron, kalau ada komitmen komponen bangsa. Pemindahan merupakan hasil kajian rencana jangka panjang. Perlu keputusan melalui pertimbangan teknokratis, dan politik. Partisipasi pengambilan keputusan.(redaksi)

Berita Terkait