Ini Fokus UPR Tahun 2019

Rektor Universitas Palangka Raya DR Andrie Elia Embang SE MSi bernyanyi bersama Dekan Fakultas Ilmu Keguruan, dan Ilmu Pendidikan Prof Johny Bungai, pada malam keakraban di halaman rektorat UPR, Senin (31/12/2018).

PALANGKA RAYA – Pembangunan infrastruktur Universitas Palangka Raya (UPR), menjadi fokus tahun 2019. Hal itu untuk mengangkat akreditasi seluruh program studi, fakultas, dan perguruan tinggi. Dengan begitu, UPR akan memiliki daya saing.

Rektor UPR DR Andrie Elia Embang SE MSi menegaskan, pemenuhan infrastruktur belajar, menjadi fokus yang harus dipenuhi. Hal itu, untuk menunjang proses belajar di kampus. Pemenuhan sarana, dan prasarana menjadi bagian dari penilaian akreditasi.

“Bagaimana mau dapat akreditasi B, kalau sarana, dan prasarana tidak terpenuhi. Itu jadi fokus kita tahun 2019,” ungkap Andrie, dalam malam refleksi akhir tahun di halaman rektorat UPR, Senin (31/12/2018).

Dijelaskan Rektor, sarana, dan prasarana penunjang perkuliahan masih belum memenuhi standart. Akibatnya, akreditasi program studi, sulit dikejar. Tidak heran 55 program studi yang dimiliki, hanya mempunyai akreditasi C. Tahun 2019, harus dikejar, supaya bisa mendapatkan akreditasi B.

Diakui Andrie, bangku perkuliahan, papan tulis, tenaga listrik, dan lainnya, belum terpenuhi dengan baik. Tahun 2019, sarana, dan prasarana itu, akan dipenuhi secara bertahap. Jangan sampai ada mahasiswa, ketika ingin kuliah, rebutan bangku. Itu tidak boleh terjadi di tahun 2019.

“Saya minta direncakan dengan baik. Jangan ada lagi mahasiswa kuliah berdiri. Bagaimana konsentrasi belajat, kalau kuliahnya berdiri,” tegas Andrie.

Andrie bertekad, pembangunan infrastruktur, sarana, dan prasarana bisa terpenuhi dalam waktu segera. Keinginan membangunan UPR, harus ditanamkan kepada kalangan civitas akademika. UPR harus menjadi perguruan tinggi berdaya saing, menuju Jaya Raya.(redaksi)

Berita Terkait