Ini Pembahasan Rakernas Rektor di Undip

Rektor Universitas Palangka Raya DR Andrie Elia Embang SE MSi, ketika mengikuti Rakernas Kemenristekdikti di Universitas Diponegoro Semarang, Kamis (03/01/2019).

PALANGKA RAYA – Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti) tahun 2019, menjadi wadah pembahasan isu strategis. Isu yang dibahas seperti program studi inovatif, pengembangan distance learning (open university), pengembangan teaching factory atau teaching industry pada perguruan tinggi.

Selain itu, pengembangan SDM 4.0, pendidikan tinggi vokasi, penguatan institusi riset dan inovasi di Indonesia, perusahaan pemula (startup), dan isu strategis lainnya. Rakernas 2019 akan dilakukan Peluncuran Lembaga Tes Masuk Perguruan Tinggi (LTMPT), Pemberian Penghargaan Anugerah Humas PTN/LLDikti Tahun 2018, dan penghargaan Peringkat LAPOR.

“Ajang itu dimeriahkan pameran produk hasil riset maupun inovasi perguruan tinggi, dan LPNK dalam koordinasi Kemenristekdikti,” ungkap Rektor Universitas Palangka Raya Andrie Elia Embang SE MSi, dihubungi melalui aplikasi whatsapp, Kamis (03/01/2019).

Menurut Andrie, Rakernas 2019 dibuka Menristekdikti Mohamad Nasir, dan dihadiri Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo serta diikuti sekitar 350 peserta yang berasal dari pemangku kepentingan baik internal, maupun eksternal Kemenristekdikti.

Peserta yang hadir, jelas Andrie, pejabat Eselon I, dan II di lingkungan Kemenristekdikti, Kepala LPNK dalam koordinasi Kemenristekdikti, Pimpinan Perguruan Tinggi Negeri (PTN), Kepala Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi, Ketua Komisi VII, Ketua Komisi X, Ketua DPD RI, Atase Pendidikan dan Kebudayaan, Kepala Balitbang/Deputi Kementerian terkait, BUMN, serta instansi terkait lainnya.

“Rakernas melakukan evaluasi pelaksanaan program, dan anggaran tahun 2018, serta outlook program, maupun anggaran tahun 2019,” tegas Andrie.

Nantinya, jelas Andrie, disusun rekomendasi langkah strategis dalam menghadapi tantangan pembangunan terkait pengembangan riset, teknologi, dan pendidikan tinggi yang terbuka, fleksibel, bermutu, serta sesuai dengan kebutuhan masyarakat, maupun industri.(redaksi)

Berita Terkait