Investasi Inklusif Di Masa Pandemi

Belajar Berinvestasi Jangka Panjang

Uprjayaraya.com
Palangka Raya,
Rektor Universitas Palangka Raya (UPR) DR. Andrie Elia menjadi salah satu Narasumber dalam Seminar bersekala Nasional yang dilaksanakan oleh Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) dan Yayasan Kitong Bisa, pada Selasa (02/03/2021).

Kegiatan yang digelar melalui Webiner aplikasi Zoom dengan mengusung tema Investasi Inklusif di Masa Pandemi dengan ribuan peserta. Rektor UPR tersebut bersanding dengan narasumber seperti Kepala BKPM Bahlil Lahadalia, kemudian Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki, Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo, kemudian Billy Mambrasar merupakan Staf Khusus Presiden RI dan Nadine Chandrawinata selaku host.

“Benang merah dari seminar tersebut yakni Perguruan tinggi hadir sebagai fasilitator kepada mahasiswa yang memiliki minat berwirausaha untuk mengembangkan usahanya lebih dini dan terbimbing,” tulis Rektor Dr Andrie Elia saat dikonfirmasi melalui pesan WA, Rabu (03/03/2021).

 

Materi Paparan Rektor UPR Dalam Seminar Nasional

Dalam paparan materinya Andrie Elia menyampaikan bahwa Perguruan tinggi nantinya dapat mendorong tumbuhnya investasi inklusif, tentunya dalam mendorong percepatan pertumbuhan ekonomi daerah, terkhusus ditengah Pandemi Covid-19.

“Jadi yang dimaksud Investasi yang inklusif adalah investasi yang ramah lingkungan, melibatkan warga lokal, menghargai kemanusiaan, pemerataan akses, orientasi jangka panjang dan fokus pada manfaat,” terangnya.

Pria yang dikenal dengan julukan macan kalimantan ini mencontohkan investasi inklusif yakni kegiatan menabung yang dapat dilakukan pelajar atau mahasiswa. Seperti menabung emas dan menanam saham.

“Investasi Inklusif merupakan upaya untuk mewujudkan pembangunan berkelanjutan, serta mewujudkan visi misi Indonesia 2045,” katanya.

Andrie Elia kemudian menjelaskan posisi Perguruan Tinggi dalam mewujudkan Investasi Inklusif ditengah Pandemi Covid-19. Yakni, dampak karena Pandemi Covid-19 melanda, perusahaan melakukan PHK pekerja. Solusi yang ditawarkan untuk berwirausaha dan UMKM salah satu penggerak ekonomi di masa resesi.

“Peran Perguruan Tinggi disini yakni dalam menjalankan program kampus merdeka, salah satunya kegiatan kewirausaha. Kita mendorong pengembangan minat wirausaha sehingga dapat menangani permasalahan pengangguran,” jelasnya.

Diakhir, Andrie Elia berharap kepada pemerintah untuk memberikan dukungan penuh kepada perguruan tinggi berupa pengembangan fasilitas, pengembangan jaringan dan anggaran. Selain itu juga menghimbau kepada mahasiswanya untuk mengubah pola pikir, bahwa sarjana bukan mencari pekerjaan, namun bagaimana bisa membuka lapangan pekerjaan. (Rul)

Berita Terkait