Jadikan Budaya Sebagai Jati Diri

 

Uprjayaraya.com
Palangka Raya,
Dalam setiap kesempatan saat menerima kunjungan kerja, Rektor Universitas Palangka Raya ((UPR) selalu menyisipkan agenda khusus, yakni memperkenalkan hasil kerajinan kesenian khas Kalteng kepada tamunya.

Saat memasuki ruang kerjanya di Rektorat UPR, ruang kerjanya dipenuhi ornamen kerajinan tangan pelaku seni dayak. Seperti hiasan kapal naga berbahan karet nyatu, senjata supit dan tombak, logo batang garing dan pernak pernik lainnya.

“Kenapa saya menghiasi ruangan kerja dengan ornamen kesenian dayak, tujuannya untuk menunjukkan jati diri UPR. Apa lagi saat ada tamu, saya langsung ajak keruangan saya,” kata rektor usai menerima kunjungan dari Kedeputian Bidang Sistem Nasional (WATANNAS) RI, belum lama ini.

Lanjutnya, kebudayaan adalah jati diri yang tidak bisa ditinggalkan. Bahkan harus menjadi kepribadian yang kita tunjukkan  sebagai warga negara Indonesia. “Kita harus bangga. Bahwa Indonesia memiliki keragaman budaya yang semuanya bersatu dalam bingkai Bhineka Tunggal Ika,” Ujarnya.

Rektor juga menghimbau, ditingkat Fakultas hingga prodi bisa menghiasi lingkungannya dengan pernak-pernik dayak. Seperti adanya ornamen hiasan batang garing, gambar tokoh Dayak, pahlawan nasional, dan banyak lagi.

“Kita tunjukkan bahwa UPR adalah kampus yang memiliki jati diri. Ini juga sebagai penyemangat dan tindak nyata dalam melestarikan kebudauaan,”singkatnya. (Rul)

Berita Terkait