Kontribusi Dunia Usaha bagi Pendidikan Masih Minim

Rektor Universitas Palangka Raya DR Andrie Elia Embang SE MSi.

PALANGKA RAYA – Dunia usaha seperti perusahaan perkebunan kelapa sawit dan pertambangan yang beroperasi di Provinsi Kalimantan Tengah, dinilai masih sangat minim memberikan perhatian kepada pendidikan.
Karena itu, Rektor Universitas Palangka Raya (UPR) Dr Andrie Elia SE MSi meminta, para pengusaha memberikan kontribusi nyata dalam meningkatkan pembangunan bidang pendidikan di Bumi Tambun Bungai.

“Perhatian dan kontribusi perusahaan perkebunan terhadap dunia pendidikan masih sangat minim,” tegas Andrie di Palangka Raya, Kamis (03/01/2019).

Diungkapkan Rektor, pihaknya akan berupaya melalukan pendekatan kepada dunia usaha untuk bernegosiasi dan membuka peluang kerjasama.
UPR kedepannya juga akan memprogramkan Kuliah Kerja Nyata (KKN) yang berbasis dunia kerja dengan melibatkan dunia usaha, terutama perusahaan perkebunan kelapa sawit dan pertambangan.

“Kita juga sudah mengupload untuk membuka jurusan kelapa sawit dan menambah pusat penelitian kelapa sawit. Kedepan ada alumni UPR yang bisa dimanfaatkan secara ilmiah maupun secara ekonomi dalam bidang perkebunan sawit,” jelasnya.

Untuk itu, harap Andrie, kalangan dunia usaha terutama perusahaan perkebunan kelapa sawit harus memberikan kontribusi bagi dunia pendidikan.

“Ini kami bukan hanya meminta, tapi akan bermitra dengan perusahaan sawit. Sehingga ke depan, Kalteng bukan hanya mengekspor CPO saja, tapi bagaimana produksi sawit ini bisa menjadi barang yang sudah jadi di Provinsi Kalteng ini. Misalnya minyak goreng, sabun, kosmetik, obat-obatan dan lainnya,” papar Andrie.

Menurut Rektor, jika produk-produk itu bisa diproduksi sendiri di Kalteng, tentu ada nilai tambahnya bagi daerah ini, dan tentu sangat positif.(redaksi)

Berita Terkait