LPPM UPR Siap Hadapi Bencana Karhutla

Dr Ir Aswin Usup MSi

PALANGKA RAYA – Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM), Universitas Palangka Raya (UPR), mengaku telah siap menghadapi bencana kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng). Hal itu dibuktikan, dari banyaknya sarana dan prasarana yang telah disebar ke Masyarakat Peduli Api (MPA) pada empat kabupaten di Kalteng.

“Untuk menghadapi karhutla 2019 ini, LPPM bekerja sama dengan Badan Restorasi Gambut (BRG), dan Indonesia Climate Change Trust Fund Bappenas mempersiapkan masyarakat desa-desa yang bergambut. Sampai sejauh ini kita sudah mempersiapkan 1.600 MPA di Kapuas, Pulang Pisau, Barito Selaran, dan Katingan,” tukas Kepala LPPM UPR, DR Ir Aswin Usup MSi, Senin (11/3/2019).

Dalam melaksanakan tugas, MPA sudah diberi pelatihan, sarana maupun prasarana, seperti sumur bor, masin pompa fortable, 100 meter selang pelontar, dan lain-lain. Walaupun dalam implementasinya masih kekurangan.

“Kekurangan saat ini adalah biaya operasional untuk beli bensin, serta anggaran makan dan minum MPA dalam melaksanakan tugas. Itu yang sekarang sedang kami perjuangkan di pusat dan daerah. Karena kalaupun fasilitasnya ada tetapi tidak bisa digerakkan, tentu akan percuma,” tegasnya.

Dr Aswin menambahkan, selain sumur bor juga ada sekat kanal, yang secara alami dapat menghambat laju air keluar area yang bergambut. Sehingga pada saat musim kemarau air, masih tersisa untuk membasahi area bergambut.

“Kejadian karhutla yang terjadi selama ini, bukan karena masalah lain-lain, tetapi lebih disebabkan kurangnya kepedulian masyarakat. Oleh karena itu, dengan adanya penguatan terhadap MPA, saya yakin kejadian karhutla akan mampu ditekan antara 60 hingga 80 persen,” akhirnya. (IL/redaksi)

Berita Terkait