Mahasiswa Diingatkan Jangan Asal Sharring di Media Sosial

Dosen Fakultas Hukum Universitas Palangka Raya Aries Toltoles menjelaskan soal sanksi pelanggaran pengguna media sosial, dalam sosialisasi UU ITE kepada mahasiswa FH UPR, Selasa (11/12).

PALANGKA RAYA – Mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Palangka Raya (UPR) diingatkan, untuk tidak langsung melakukan sharring terhadap informasi yang didapatkan. Apalagi informasi yang didapatkan, bukan berasal dari sumber yang jelas kebenarannya.

Dosen Fakultas Hukum UPR Aries Toltoles mengungkapkan, penyebaran informasi hoax, diancam pidana dalam UU ITE. Karena itu, sebaiknya sebelum memposting sesuatu dalam akun media sosial, dipikirkan dampak yang ditimbulkan.

“Pertimbangkan dampaknya dulu. Bisa jadi yang kita posting informasi bohong, atau hoax. Ada ancaman pidanannya,” tegas Aries, dalam sosialisasi UU ITE di FH UPR, Selasa (11/12).

Sebelumnya, Wakil ketua PWI Kalteng M Harris Sadikin mengungkapkan, banyak pengguna media sosial yang tidak sadar, postingan yang dilakukan bisa mengundang kejahatan. Sebagai contoh, ketika memposting lokasi sekarang, kadang menunjukkan keberadaan diri sendiri.

“Kalau orang tahu kita berada dimana, tentu memudahkan sekali, untuk orang yang berniat jahat. Jadi sebaiknya menahan diri, jangan asal posting,” tegasnya.

Sementara, Kasubbid Humas Polda Kalteng AKBP Siti Fauziah mengungkapkan, berita hoax sangat mudah didapatkan. Karena itu, mahasiswa pengguna media sosial lebih berhati-hati. Lalukan cek, dan ricek terhadap informasi yang didapatkan, jangan langsung disharring.

“Jangan terbuai dengan informasi yang didapatkan. Karena belum tentu informasi itu benar. Cek kembali sumbernya. Kalau tidak terdaftar di dewan pers, bisa diragukan kebenarannya,” tukas Fauziah.(redaksi)

Berita Terkait