Mahasiswa Pertambangan Harus Memahami Dunia Pertambangan

Ilustrasi.

FT UPR Siap Gelar Pelatihan Teknologi Keselamatan Tambang Bawah Tanah

PALANGKA RAYA – Dalam waktu dekat tepatnya pada Senin – Kamis, 14 – 17 Januari 2019, Fakultas Teknik Universitas Palangka Raya (UPR) melalui Jurusan Teknik Pertambangan, akan mengelar Pelatihan Teknologi Keselamatan Tambang Bawah Tanah. Kegiatan yang rencananya bertempat di Ruang Percontohan Fakultas Pertanian UPR ini, bertujuan untuk mendukung penyediaan tenaga profesional khususnya di bidang pertambangan.

Data yang didapat dari Ketua Panitia Pelatihan, Yustinus Hendra Wiryanto SSI MT MSi, pertambangan yang kegiatan utamanya adalah prospeksi, eksplorasi, eksploitasi hingga penjualan barang tambang yakni mineral dan batubara merupakan kegiatan andalan pemerintah dalam menjalankan kegiatan pembangunan.

“Bagi mahasiswa yang studinya di bidang pertambangan, perlu mengetahui dan memahami kegiatan apa saja yang dilakukan di dunia pertambangan mulai tahapan pencarian hingga pemanfaatan mineral dan batubara,” jelas Yustinus, Jumat (11/01/2019).

Dengan demikian, menurut Yustinus, diharapkan adanya pemahaman mahasiswa yang holistik terhadap pelaksanaan kegiatan pertambangan.

Jurusan Teknik Pertambangan Fakultas Teknik UPR merupakan salah satu jurusan pertambangan di Indonesia yang juga memegang peran penting dalam menghasilkan sumber daya manusia di bidang pertambangan. Melihat peran yang sangat penting tersebut, maka penyediaan tenaga profesional yang siap pakai bagi industri pertambangan di Indonesia air, perlu menjadi perhatian.

“Mahasiswa yang menekuni kegiatan pertambangan perlu dikenalkan dengan dunianya. Karena itu, pelatihan di bidang pertambangan ini sangat penting untuk memperdalam pengetahuan mahasiswa dengan kegiatan pertambangan,” imbuh Yustinus.

Pemahaman tentang risiko-risiko yang akan timbul terkait dengan kesehatan dan keselamatan kerja perlu ditanamkan sejak dini kepada peserta didik. Sehingga pemahaman dan peningkatan pemahaman terhadap risiko pada penambangan bawah tanah, dapat diketahui oleh peserta didik.

Pelatihan ini, kata Yustinus, diselenggarakan bekerja sama dengan Pusat Pengembangan Sumber Daya Manusia Geologi, Mineral dan Batubara (PPSDM-Geominerba) dan Japan, Oil, Gas And Metals National Corporation (JOGMEC). Sedangkan narasumber berasal dari Mitsui Matshusima Resources Co. Ltd serta pengajar tamu (guest lecturer) dari Jepang Prof Kikuo Matsui.(redaksi)

Berita Terkait