Membangun Ekosistem Pembelajaran Yang Adaptif dan Maju menuju UPR Jaya Raya

Sambutan Rektor UPR pada penutupan Dies natalis ke-57

Dr Andrie Elia S.E. MS.i

 

Uprjayaraya.com
Palangka Raya,
Peringatan Dies Natalis ke-57 Universitas Palangka Raya (UPR) bukan sekedar memperingati peringatan tersebut secara seremonial saja. Namun Rektor UPR Dr Andrie Elia S.E. MS.i mengajak seluruh jajarannya mulai dari Wakil Rektor, Dekan, Dosen tenaga administrasi, tenaga kontrak sampai Satuan Pengamanan (Satpam) bahkan sampai lini paling bawah cleaning service untuk menyingkirkan ego sektoral dan bahu membahu membangun UPR dengan semangat kebersamaan dan bekerja keras untuk mewujudkan UPR Jaya Raya kedepan.

Hal ini terungkap dalam sambutan Rektor saat penutupan Dies Natalis UPR yang ke-57 dihadapan seluruh jajarannya yang disampaikan secara daring.

“Dewasa ini, dunia perguruan tinggi tengah berada dalam pusaran disrupsi sebuah era dimana muncul inovasi dan perubahan besar-besaran yang secara fundamental telah dan terus mengubah semua sistem dan tatanan ke cara-cara baru. Konsekuensinya, jika individu, lembaga dan atau organisasi yang tidak mau berubah katanya akan kalah bersaing bahkan hilang ditelan pusaran dusrupsi ini,” ungkapnya Senin (30/11/20).

Dijelaskan bahwa dunia perguruan tinggi di Indonesia berhadapan dengan 3 disrupsi besar, yaitu (1) Merdeka Belajar: Kampus Merdeka; (2) Pandemic Global Covid-19; dan Revolusi Industri 4.0. Ketiga disrupsi tersebut telah memaksa perguruan tinggi sebagai organisasi untuk secara cepat belajar beradaptasi, menggeser paradigma (shift-paradigm), perubahan budaya belajar dan kerja (Cultural Change) untuk bergerak maju dengan menciptakan berbagai inovasi pembelajaran dan penelitian, sehingga berdaya tahan (Survival), berdaya cipta (value added creation) dan berdaya saing (competitiveness).

Disrupsi itu sendiri bersifat kontinum (terus menerus.red) tambahnya, disrupsi tidak akan berakhir, disrupsi baru akan terus bermunculan. Untuk merespon disrupsi saat ini, Pimpinan dan segenap Civitas Akademika Universitas Palangka Raya harus membangun dirinya dengan paradigma Ekosistem Pembelajaran yakni
UPR tidak dapat hidup dan menghidupkan dirinya sendiri tanpa kerjasama eksternal dan internal.

“Secara eksternal UPR merupakan suatu sistem dari suatu ekosistem yang besar, yaitu dunia global,” ujarnya. Oleh sebab itu lanjutnya, UPR harus mampu bekerja sama dengan semua stakeholder atau pemangku kepentingan pada aras makro.

Sedangkan secara internal kerja sama antara sub sistem pada aras internal sangat dibutuhkan. “Oleh karenanya hilangkan ego sektoral, jauhkan office politicking. Setiap individu hendaknya bekerja ikhlas dan bekerja cerdas demi kemajuan bersama,” tandasnya.

Ditambahkannya, bahwa UPR harus terus menerus bersinergi, dan berkolaborasi dengan semua pemangku kepentingan untuk mengembangkan institusinya lewat implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi.

Sedangkan refleksi ke-2 jelas Andrie lagi, syarat utama untuk bertahan adalah kemampuan beradaptasi.
“UPR harus mampu dengan cepat beradaptasi dalam merespon kebijakan kampus merdeka, pandemic global dan revolusi Industri 4.0.,” katanya. Agar mampu beradaptasi lanjutnya, dibutuhkan keberanian untuk keluar dari zona nyaman (comfort zone), memiliki etos/kinerja dan disiplin.

Untuk refleksi ke-3 yakni berkemauan, Andrie menekankan bahwa UPR harus mau (will) dan mampu (able)
beradaptasi dengan kreatifitas dalam meciptakan inovasi baru guna mengembangkan diri dan menjawab kebutuhan masyarakat Global. “Melalui penciptaan nilai tambah (value added) pada riset unggulan atau diferensiasi yang dimiliki oleh UPR (misalnya riset tentang gambut), Sustainable Food Estate yang baru dicanangkan di Kalimantan Tengah, serta berkonstribusi dalam transformasi masyarakat Kalimantan Tengah menuju masyarakat cerdas dan humanis (Smart and humanist Society),” katanya.

Refleksi ke-4 yakni berdaya saing pada akhirnya merupakan kemampuan beradaptasi dan kemajuan inovasi akan meningkatkan daya saing UPR di tingkat nasional maupun global.

Kesuksesan empat aspek refleksi tersebut ditentukan oleh kredibilitas, profesionalitas dan integritas individu dan lembaga.

“Oleh sebab itu marilah kita membangun kredibilitas, profesionalitas dan integritas dalam penyelenggaraan Tri Dharma Perguruan Tinggi. Sekali lagi ekositem pembelajar, adaptif, berkemajuan dan daya saing serta kredibilitas, profesionalitas dan integritas merupakan satu kesatuan utuh untuk mewujudkan UPR Jaya Raya,” tutup Andrie. (Tim)

Berita Terkait