Pemanfaatan Lahan Gambut Tanpa Merusak Ekosistem

Uprjayaraya.com
Palangka Raya,
Sebagian besar luasan kawasan lahan Kalteng adalah Gambut. Bahkan, bangunan fasilitas aset hingga lahan perkebunan pendidikan Universitas Palangka Raya (UPR) ada diatasnya. Karena tata letak serta pengalaman hidup dikawasan gambut, UPR menjadi salah satu Perguruan Tinggi Negeri (PTN) yang dipercaya negara sebagai wadah peneliti gambut dan pengelolaan lahan gambut.

Hal itulah yang ditegaskan Rektor UPR saat dibincangi belum lama ini. Dr Andrie Elia S.E., MS.i mengatakan UPR akan menjadi pusat Studi lahan gambut nasional bahkan internasional kedepannya.

Diungkapkannya,bahkan secara khusus sudah ada jalinan kerjasama yakni Kementerian Lingkungan Hidup
dan Kehutanan (KLHK) dengan Fakultas Pertanian dan lainnya.

Lahan Pembangunan Gedung 7 lantai untuk Penelitian dan Pengembangan Lahan Gambut yang dipusatkan di Universitas Palangka Raya.

“Satu diantaranya, ada program kerjasama UPR dengan kementrian KLHK yakni Program Desa Mandiri Peduli
Gambut. Yang mana UPR menyediakan tenaga fasilitator, yang akan mendapat pembinaan dari KLHK,” katanya.

Dilanjutkannya bahwa program tersebut sudah berjalan. Bahkan ada juga pembangunan Gedung Pusat IPTEK dan Inovasi Gambut UPR. Selain itu ada keseriusan UPR terlihat dari pengelolaan lahan gambut sebagai lahan pertanian terpadu.

“Kita manfaatkan lahan gambut sebagai lahan pertanian, perikanan, budidaya unggas, pendidikan dan kajian penelitian. Semua itu dilakukan tanpa harus merusak ekosistem gambut itu sendiri. Selain itu untuk mendukung pemerintah untuk menjaga kelestarian lahan gambut agar tidak rusak,” pungkasnya. (Rul)

Berita Terkait