Perbankan Terbuka untuk Semua Jurusan

Uprjayaraya.com

Redaksi mulai hari ini dan secara berkala akan menyajikan wawancara tentang lapangan pekerjaan.

Para pihak yang diwawancarai mempunyai kompetensi pada lapangan pekerjaan dimaksud.

Kali ini yang diwawancarai adalah Manggi Taruna Habir , lulusan Michigan University jurusan hubungan internasional dan Harvard University dengan meraih Master of Public Administration.

Pengalaman kerja:
– Wartawan Majalah Far Eastern Economic Review.
– Citibank NA.
– Direktur Riset PT Bahana Securities Indonesia.
– Dirut PT Pefindo.
– Direktur Standard & Poor’ Singapura.
– Komisaris PT Bank Danamon (Tbk).

1. Apa kecakapan/pengetahuan/keahlian yang diperlukan jika ingin bekerja di perbankan/lembaga keuangan?

Ini agak variatif tergantung bagian mana dari Bank yang ingin dituju. Kalau ingin masuk bagian IT tentunya keahlian dibidang itu penting. Begitu bagian audit atau keuangan, pengetahuan akuntansi cukup berperan. Tentunya HRD, yang dipentingkan adalah psikologi organisasi. Di bagian operasional perbankan, teknik industri juga cukup penting. Kalau bagian kredit dan marketing (yg berhubungan dg nasabah) pengetahuan akuntansi, marketing, keuangan atau bisnis (administrasi niaga) cukup dililhat.

Ini secara umum, tapi di perbankan khususnya yang berhubungan dengan nasabah mengambil dari beberapa bidang pengetahuan. Ada lulusan farmasi yang akhirnya mengurus perusahaan farmasi dan lulusan teknologi mesin yang mengurus industri otomotif serta arsitektur yang mengurus industri properti.

2. Bagaimana dengan kesiapan mental agar tidak mudah diajak melakukan penyelewengan?

Penyelewangan bisa terjadi dari luar bank dan intern dalam bank. Kalau di perbankan ada banyak aturan yang mempersulit hal ini terjadi. Umpamanya keputusan tidak dapat dilakukan oleh seseorang karena biasanya ada prinsip check and balance dengan mengikut sertakan approval atau persetujuan dari tingkat atasan atau unit lain.

Akhirnya yang penting dalam perbankan adalah reputasi dan kepercayaan sehingga kalau terjadi penyelewangan dan terbukti sulit sekali untuk mendapatkan pekerjaan di bank atau lembaga keuangan lainnya.

3. Apakah perbankan menyediakan pelatihan dan adakah konsekuensi kepada peserta?

Bank diharuskan menggunakan sebagian dari biaya operasionalnya untuk pelatihan. Jadi kadar pelatihan pegawai dalam perbankan cukup tinggi dan ini terus menerus selama jenjang karier seorang bankir. Konsekuensi kalau sering tidak hadir atau tidak lulus dengan baik di pelatihan tentunya akan menjadi salah satu faktor pertimbangan di HRD dalam penentuan kenaikan pangkat atau gaji.

4. Apa perbedaan bank BUMN dengan bank swasta domestik/asing  dalam pengelolaan jenjang karir?

Perbedaan antara Bank BUMN dan Bank swasta domestik maupun asing semakin menipis. Jadi pengelolaan jenjang karir cukup serupa. Ini disebabkan karena sering terjadinya perpindahan bankir dari Bank swasta ke Bank BUMN dan sebaliknya juga.

5. Seandainya bekerja di perbankan hanya merupakan batu loncatan. Bidang pekerjaaan apa yang sesuai dengan keahlian yang dimiliki sebelumnya?

Biasanya bankir kalau meninggalkan dunia perbankan sering terlihat pindah ke bagian keuangan perusahaan karena banyak berhubungan dengan perbankan selain mengurusi hal keuangan perusahaan. Pengalaman di bank cukup menjadi bekal untuk dapat mengurus keperluan keuangan di suatu perusahaan.

6. Bila ingin melanjutkan pendidikan, jurusan apa yang sebaiknya dipilih?

Seperti yang diterangkan di pertanyaan pertama, dunia perbankan mengambil lulusan dari berbagai bidang. Tapi mungkin yang memiliki gelar MBA (S2 di bidang manajemen) cukup diminati karena mendapat berbagai pengetahuan manajemen, dari HRD, keuangan, akuntansi, marketing, strategi bisnis dan manajemen operasional).

7. Apa pengaruh kemajuan teknologi terhadap bisnis perbankan? Benarkah akan ada layanan bank yang akan hilang?

Teknologi menjadi bidang yang kian hari semakin berpengaruh di dunia perbankan, khususnya teknologi informatika. Dunia perbankan dimulai dari berhubungan dengan nasabah lewat ATM atau smartphone (HP) sampai di operasional perbankan serta monitoring jalannya operasi sehari-hari sudah semakin di otomasi untuk mempercepat transaksi maupun meningkatkan efisiensi. Dan ini akan terus berlanjut. Sudah mulai beberapa bank yang berusaha beralih menjadi bank digital.

Berita Terkait