PPIIG UPR Selesai Dibangun Dilanjutkan Pembangunan Gedung Kuliah Kembar

Uprjayaraya.com
Palangka Raya,
Pembangunan Gedung Pusat Pengembangan Iptek dan Inovasi gambut (PPIIG) Universitas Palangka Raya (UPR) yang dibangun sejak 2029 dinyatakan selesai dibangun dengan waktu pemeliharaan sampai 31 Desember 2021. Bangunan setinggi tujuh tingkat tersebut merupakan embrio pusat penelitian gambut berstandar dunia.

Gedung ini akan menjadi pendukung visi dan misi UPR sebagai pusat kajian, IPTEK dan inovasi gambut.

Hal inilah yang disampaikan Rektor UPR Dr. Andrie Elia saat menggelar konfrensi pers terbatas dengan tetap menerapkan protokol kesehatan pada Minggu (04/04/2021).

Bertempat di Gedung PPIIG, Andrie Elia didampingi Wakil Rektor I Prof. Salampak Dohong, Wakil Rektor II Dr. Berkat, Wakil Rektor III Prof. Suandi Sidauruk dan wakil rektor IV Prof. Sulmin Gumiri beserta pejabat di tingkat fakultas.

Penandatangan Memorandum of Underrstanding antara Universitas Palangka Raya dengan sejumlah media cetak dan elektronik.

“Mari kita lihat langsung dari dekat gedung PPIIG yang dibangun di tanah seluas 7000 meter dengan ketingian tujuh lantai. Pembangunan sudah selesai di akhir tahun 2020,” ucap rektor sembari mengajak seluruh peserta konfrensi pers berkeliling bangunan.

Dijelaskan bahwa ruangan dalam bangunan tersebut nantinya akan menjadi laboratorium, ruang komputer, ruang perkuliahan berstandar internasional dan juga ruang kuliah.

“Dalam satu bangunan ini akan kita pergunakan sebagai pusat pendidikan. Khususnya sebagai penelitian gambut internasional. Ini akan menjadi salah satu kebanggaan Kalteng,” ucapnya.

Ia juga menyampaikan terima kasihnya kepada Civitas UPR, Pemerintah Daerah dan Pusat, karena telah percaya terhadap UPR khususnya sebagai pusat pendidikan dan penelitian gambut.

“Ini gedung termegah dan modern pertama yang dibangun di UPR sejak berdirinya di tahun 1953. Nilai dana yang dipergunakan untuk membangun gedung ini berasal dari dana hibah melalui skema Surat Berharga Syariah Nasional (SBSN) dengan total Rp. 83,5 miliar dengan lelang dari kementrian pendidikan,” jelasnya.

Andrie Elia juga menginformasikan, setelah Gedung PPIIG, kembali akan dilakukan pembangunan gedung kembar perkuliahan terpadu. Bangunan tersebut akan didirikan di depan gedung PPIIG dengan kapasitas enam lantai.

Gedung kuliah terpadu dengan konsep smart room (ruang cerdas) dengan kapasitas tampung lebih kurang ribuan mahasiswa. Luasnya bangunannya sekitar 9000 meter persegi.

Ditambahkannya bahwa UPR saat ini sedang mengusulkan proposal pembangunan gedung pusat pendidikan gambut dengan skema loan senilai Rp.300 miliar hingga satu triliun rupiah.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada semua pihak atas dukungannya terkhusus kepada masyarakat yang mempercayakan UPR sebagai tempat meningkatkan pendidikannya,” katanya. (Rul)

Berita Terkait