Masyarakat Jangan Takut Jika Kalteng Terpilih Jadi Ibu Kota Negara

Rektor UPR Dr Andrie Elia SE MSi berfoto bersama narasumber seminar nasional Prospek Pemindahan Ibu Kota Negara, Sabtu (10/8/2019).

PALANGKA RAYA – Masyarakat di Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng) diimbau jangan takut apabila provinsi tersebut terpilih menjadi Ibu Kota Negara Republik Indonesia.

Imbauan tersebut disampaikan Rektor Universitas Palangka Raya (UPR) Dr Andrie Elia SE MSi saat menjadi narasumber pada seminar nasional dengan tema Prospek Pemindahan Ibu Kota Negara Republik Indonesia dalam Perspektif Sosial-Budaya, Lingkungan dan Ekonomi di Aula Pascasarjana UPR, Sabtu (10/8/2019).

Menurut Ketua Harian Dewan Adat Dayak (DAD) Provinsi Kalteng ini, masyarakat di Bumi Tambun Bungai jangan terlena. Mulai saat ini terus tingkatkan kemampuan diri agar jangan kalah bersaing.

“Apabila Kalteng terpilih menjadi Ibu Kota Negara Indonesia akan memberi nilai tambah bagi sosial, budaya dan ekonomi. Masyarakat juga harus bangga bila Kalteng terpilih menjadi ibu kota negara,” sebutnya.

Ia menambahkan, apabila Kalteng terpilih menjadi Ibu Kota Negara Indonesia, pasti akan banyak orang berdatangan. Kedatangan banyak orang tersebut akan memberikan kontribusi positif di berbagai aspek.

“Yang penting persiapkan SDM kita. Bahkan, orang tidak seenaknya lagi mengeksploitasi sumber daya alam karena berada di ibu kota negara. Jadi tidak sembarangan orang merusak lingkungan. Justru kita terlindungi secara politik dan ekonomi,” jelasnya.

Rektor menyebut, Universitas Palangka Raya terus berbenah dan bersiap. Hal itu dilakukan agar tidak tertinggal jika Kalteng terpilih menjadi ibu kota negara.

“UPR terus berbenah. Tidak hanya akreditasi, namun juga sumber daya manusia terus ditingkatkan agar mampu bersaing,” demikian kata Rektor. (yfd/red)

 

Berita Terkait