Mengabdi dengan Tulus Ikhlas

Yetrie Ludang Dapat Penghargaan
Satyalancana Karya 30 Tahun

Prof Dr Ir Yetrie Ludang MP

PALANGKA RAYA – Universitas Palangka Raya (UPR) memanfaatkan momentum Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) 2019 untuk memberikan penghargaan kepada para pegawainya dinilai bekerja dengan baik. Pada momen Hardiknas, Kamis, 2 Mei 2019, sebanyak 54 pegawai UPR diberikan penghargaan. Penerima penghargaan ini terdiri pimpinan fakultas, dosen, staf, operator dan juga honorer.

Salah seorang penerima penghargaan adalah Prof Dr Ir Yetrie Ludang MP, berupa Satyalancana Karya 30 tahun. Piagam penghargaan itu ditandatangani Presiden RI Joko Widodo.

Ditemui usai menerima penghargaan pada rangkaian upacara Hardiknas di halaman Rektorat UPR, Kamis (2/5/2019), Yetrie Ludang mengaku sangat bahagia mendapatkan penghargaan tersebut.

“Saya bahagia karena hari ini saya dapat menerima Penghargaan Satyalancana Karya 30 tahun dari pemerintah. Ini buah dari pengabdian saya selama mengabdi di Universitas Palangka Raya,” katanya.

Pada tahun 2019 ini, genap 31 tahun Yetrie mengabdi di UPR. Dengan menerima penghargaan ini, tentu dirinya akan lebih meningkatkan semangat dan etos kerja sebaik-baiknya untuk terus mengabdi.

Rektor UPR Dr Andrie Elia SE MSi menyematkan tanda Penghargaan Satyalancana Karya 30 Tahun kepada Prof Dr Ir Yetrie Ludang MP pada momen Hardiknas di halaman Rektorat setempat, Kamis (2/5/2019).

Diungkapkan Yetrie, dirinya meniti karir sejak dari bawah, yakni mulai dari staf pengajar. Karena ketekunannya bekerja dan belajar, karir Yetrie pun terus meningkat hingga berhasil mendapat jabatan akademik yaitu Guru Besar.

“Dan sekarang saya dipercaya memegang jabatan Direktur Pascasarjana Universitas Palangka Raya. Ini merupakan buah pengabdian dari etos kerja saya. Ini adalah amanah yang harus saya jaga dan laksanakan dengan seikhlas-ikhlasnya sesuai kemampuan yang ada pada diri saya,” jelas Yetrie.

Disampaikan pula, bahwa sepanjang pengabdian kita, maka kita juga harus siap dikoreksi oleh orang lain. Dengan adanya koreksi itu, maka kita akan mengetahui apa saja kekurangan-kekurangan kita dalam melaksanakan tugas-tugas pengabdian.

Ditanya mengenai penghargaan tersebut, Yetrie mengaku bahwa sebetulnya memang sudah mengira akan mendapat penghargaan. Tapi waktunya kapan, ia sendiri tidak tahu.

“Eh, ternyata di bulan Mei 2019 ini yang bertepatan dengan momen Hari Pendidikan Nasional. Semuanya pimpinan universitas yang menilai, dan saya ucapkan terima kasih,” katanya.

Kepada ASN dan tenaga kependidikan lainnya di UPR yang saat ini belum mendapat penghargaan, menurut Yetrie, bahwa sebenarnya penghargaan itu suatu saat akan sampai juga kepada mereka. Hanya tinggal menunggu waktunya saja. Untuk itu tingkatkanlah etos kerja dengan sebaik-baiknya, mengabdilah dengan tulus ikhlas kepada universitas menuju UPR Jaya Raya.(mz/red)

Berita Terkait