Supian Hadi Siap Hadapi Sidang Tesis di UPR

H Supian Hadi sewaktu menghadapi lima Dosen Penguji Hasil Penelitian Tesis, Rabu (27/3/2019).

PALANGKA RAYA – H Supian Hadi yang merupakan Bupati Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) periode kedua 2016-2021, mengaku siap menghadapi sidang Tesis di Universitas Palangka Raya (UPR).

“Yang pasti, saya sudah menyiapkan mental maupun psikologi dalam rangka menghadapi ujian Tesis, yang dijadwalkan antara tanggal 7 sampai 10 April 2019 nanti. Mudah-mudahan semua berjalan lancar. Jadi tanggal 26 bisa yudisium dan tanggal 27 April nanti bisa diwisuda,” ujar H Supian Hadi kepada uprjayaraya.com di Palangka Raya, Rabu (27/3/2019).

Mengupas Tesis yang ditulisnya, Supian Hadi memaparkan, berdasarkan RPJMD Kotim 2016-2021, salah satunya adalah sektor pariwisata yang akan dikembangkan. Karena dia melihat, pada saat krisis moneter antara tahun 1997-1999, dan ada beberapa perubahan setelah reformasi, pada 2015-2016 lalu perekonomian nasional sedikit terguncang.

“Dari beberapa kejadian itu, kita lihat pertumbuhan ekonomi di setiap daerah, ada yang cenderung turun drastis, ada yang stagnan, dan ada yang sedikit merangkak naik. Ternyata, daerah yang ditunjang sektor pariwisata perekonomiannya justru stagnan ataupun naik,” tukasnya.

Menurut Bupati dua periode ini, hal itu dikarenakan wisata adalah tempat yang tidak bisa membuat orang stres, tetapi justru membuat orang menjadi tenang dan nyaman. Terlebih dalam menghadapi perekonomian saat itu.

Oleh karena itu, setelah dilantik kembali menjadi Bupati Kotim untuk periode kedua pada 2016, dia mencoba menggali kembali pariwisata di Kotim. Sehingga pelan-pelan mengembangkan sektor pariwisata. Puncaknya pada 2017, pihaknya mencanangkan Sampit sebagai salah satu kota tujuan wisata di Indonesia dengan jargon “Visit Kotim”.

“Awalnya, ada sebanyak 29.000 wisatawan yang berwisata di Kotim pada 2012. Di 2016 kunjungan wisata sudah tembus hingga 135.000 wisatawan domestik dan 12 wisatawan mancanegara,” katanya.

Kemudian di 2017, terjadi lonjakan drastis kunjungan wisatawan. Mancanegara saja menjadi 42 wisatawan, dan di 2018 karena infrastruktur siap maupun promosi di media mulai gencar, menjadi 1.991 wisatawan mancanegara yang masuk, serta sekitar 340.000 lebih wisatawan domestik yang berkunjung ke Kotim.

Kebun Kayu Komersil Kebun Raya Sampit, kini menjadi salah satu lokasi obyek wisata di Kabupaten Kotim.

“Bisa kita bayangkan, dari kunjungan wisatawan domestik saja di Kotim perputaran uang diperkirakan mencapai Rp340 miliar lebih dari sektor pariwisata, belum lagi ditambah dari wisatawan mancanegara. Bahkan akibat meningkatnya kunjungan wisatawan, ada lagi satu investor perhotelan kelas bintang IV masuk ke Kotim untuk mengurus perizinan,” imbuhnya.

Dengan demikian, lanjut Supian Hadi, jelas akan terbuka lapangan pekerjaan dan lainnya. Selain itu, pihaknya juga tengah mengembangkan objek wisata lainnya di Kotim.

“Dengan kata lain, pemerintah membangun Kotim salah satunya dari sektor pariwisata. Oleh karena itu, sektor pariwisata akan kita dongkrak, sehingga bupati selanjutnya tinggal menikmati saja hasil kerja keras kita selama ini,” pungkasnya.

Terpisah, Dr Irawan MSi selaku Dosen Pembimbing I Tesis H Supian Hadi, menuturkan, Bupati Kotim itu telah berhasil melalui Seminar Hasil Penelitian Tesis, yang merupakan salah satu tahapan c tim penguji berjumlah lima orang, menyatakan bahwa hasil penelitian atas nama Supian Hadi bisa dilanjutkan ke Ujian Tesis,” tutup Irawan. (il/red)

Berita Terkait