Rektor UPR DI Dapuk Menjadi Pemateri Di Seminar Dan Loka Karya Nasional MADN

 Dr. Andrie Elia, SE., M.Si (Rektor Universitas Palangka Raya).

Kapasitas dan sepak terjang Rektor Universitas Palangka Raya Dr. Andrie Elia, SE., M.Si kembali menasional, pimpinan Perguruan Tinggi Negeri terbesar se Kalimantan Tengah ini didapuk menjadi salah satu pembicara dalam forum Seminar Dan Loka Karya Nasional yang dilaksanakan oleh Majelis Adat Dayak Nasional (MADN) di Kota Pontianak, Kalimantan Barat pada tanggal 29 Februari 2020 mendatang.

Kegiatan Nasional yang mengangkat Tema: “Rakyat Berdaulat, Negara Kuat Dalam OMNIBUS LAW “Cipta Lapangan Kerja” dan dengan Sub Tema: “Melalui Semiloka Nasional OMNIBUS LAW Dalam Mewujudkan UU Sektoral yang Menjamin Masa Depan Bangsa Yang Lebih Baik” ini juga akan dihadiri oleh beberapa pemateri sekaliber nasional diantara nya adalah Prof. Dr. H. M. Mahfuf MD (Menkopolhukum RI), Dr. Ir. H Suharso Monoarfa (Menteri BAPPENAS RI), Dr. Agustin Teras Barang, SH (Ketua Komisi I DPD RI Dan Ketua Dewan Pertimbangan MADN, Dr. Ir. H. Isran Noor, M.Si (Gubernur Kalimantan Timur), Dr. Daniel Yusmic Pancastaki Foekh, SH., MH (Anggota Hakim Mahkamah Konstitusi RI) serta banyak lagi yang lainnya.

Kegiatan ini dimaksud untuk memberi gambaran umum tentang keberpihakan undang-undang OMNIBUS LAW bagi kehidupan masyarakat Adat, terkhsusnya Masyarakat Adat Dayak yang berkenaan dalam berbagai bidang seperti Investasi, pertanahan, pertambangan mineral dan batu bara, lingkungan hidup, kehutanan, perkebunan, ketenagakerjaan dan pembangunan Ibu Kota Negara, serta sejauh mana OMNIBUS LAW bisa mengakhiri konflik sumber daya alam bagi masyarakat adat, khusus nya masyarakat adat Dayak. Maka MADN memandang perlu sebuah diskusi dalam bentuk seminar dan lokakarya nasional.

Setidaknya ada beberapa hal krusial yang perlu di kritisi dan mendapat perhatian agar dikemudian hari UU OMNIBUS LAW ini tidak menimbulkan polemik dan gesekan bahkan sampai menimbulkan konflik sosial dan hancur nya lingkungan, ekosistem, peradaban dan kehidupan masyarakat adat, lebih khusus nya lagi masyarakat adat Dayak.(Novia)

Berita Terkait