Rektor UPR Hadiri Kegiatan Bersama Presiden Republik Indonesia

Uprjayaraya.com

Palanga Raya

Rektor Universitas Palangka Raya (UPR) Dr. Andrie Elia Embang SE., M.Si, Mengikuti Kegiatan “KONFERENSI FORUM REKTOR INDONESIA, KONVENSI KAMPUS XVI DAN TEMU TAHUNAN XXII”. Sabtu, 4 Juli 2020 pukul 08.00 wib-selesai via Virtual lewat aplikasi zoom meeting.

Kegiatan Konvensi Kampus XVI dan Temu Tahunan XXII Forum Rektor Indonesia 2020 mengangkat tema “Optimalisasi Gerakan Merdeka Belajar untuk Menghadapi Revolusi Industri 4.0 demi Terwujudnya SDM Unggul dan Indonesia Maju”. Dengan menghadirkan Presiden Republik Indonesia, Ir. H. Joko Widodo sebagai Keynote Speaker.

Kegiatan tersebut berlanjut dengan akan dilakukan webinar dengan beberapa materi diantaranya adalah Visi SDM Unggul dalam Tatanan Kehidupan Baru yang akan di sampaikan oleh Prof. Dr. Muhadjir Effendy, S.Pd., M.A.P. Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan.

Kemudian, penguatan Karakter Bangsa untuk Indonesia Maju disampaikan oleh Prof. Dr. Mohammad Mahfud MD., S.H., S.U., M.I.P. yang merupakan Menteri Koordinator bidang Politik, Hukum, dan Keamanan. Selanjutnya adalah Implementasi Kampus Merdeka – Merdeka Belajar untuk SDM Unggul disampaikan oleh Nadiem Anwar Makarim, B.A., M.B.A. Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia.

Materi selanjutnya adalah Inovasi Nasional untuk Indonesia Maju oleh Prof. Bambang P. Soemantri Brodjonegoro, S.E., M.U.P., Ph.D. Menteri Riset, Teknologi dan Kepala Badan Riset Inovasi Nasional. Kemudian Peningkatan Kualitas Inovasi Perguruan Tinggi untuk Indonesia Maju oleh Prof. Dr. Arif Satria, SP, M.Si yang merupakan Rektor IPB, Ketua FRI Terpilih tahun 2020.

kegiatan tersebut dipandu oleh Moderator Prof. Dr. Dwia Aries Tina Pulubuhu, M.A Ketua Dewan Pertimbangan FRI 2019/Rektor Universitas Hasanuddin Makassar. Kegiatan tersebut akan di tutup oleh Prof. Dr. Pratikno, M.Soc.Sc. Menteri Sekretaris Negara.

Hingga saat ini Rektor UPR masih mengikuti Kegiatan dengan seksama dimana kegiatan tersebut diharapkan dapat memberi perubahan bagi tatanan pendidikan Indonesia yang lebih baik.(Novia)

Berita Terkait