Rektor UPR Mendapat Apresiasi MADN

Uprjayaraya.com
Palangka Raya,
Sekretaris Jenderal (Sekjen) Majelis Adat Dayak Nasional (MADN) Yakobus Kumis menyampaikan apresiasinya terhadap Civitas Universitas Palangka Raya (UPR) yang masih menjaga identitas kebudayaanya ditengah pesatnya perkembangan teknologi saat ini.

Apa lagi saat ini sudah di era revolusi industri 4.0, yakni merupakan sebuah lompatan besar di sektor industri dimana teknologi informasi dan komunikasi dimanfaatkan sepenuhnya guna mencapai efisiensi yang setinggi-tingginya sehingga menghasilkan model bisnis baru berbasis digital.

Namun berkat tangan dingin Rektor UPR, Dr. Andrie Elia S.E., M.Si revolusi industri 4.0 tetap harus disisipkan tentang identitas budaya bangsa. Dalam hal ini UPR tetap menunjukkan kebudayaannya.

“Saya sangat bangga dengan beliau. Dengan tangan dingin bisa meramu bagaimana kemajuan industri teknologi namun tetap membawa budaya didalamnya. Sehinga nilai-nilai kebudayaan tetap terjaga dan tidak tergerus jaman,” ungkap Yakobus disela kunjungannya ke UPR belum lama ini.

Kunjungan Yakobus Kumis ini disambut langsung oleh Andrie Elia bersama jajaran petinggi UPR lainnya. Bahkan tokoh adat tersebut menunjukkan ketakjubannya, ketika Andrie Elia mengajak berkeliling ruang kerjanya.

Rektor Universitas Palangka Raya Dr. Andrie Elia S.E.,M.SI (kanan) dan Sekretaris Jenderal (Sekjen) Majelis Adat Dayak Nusantara ( MADN) Yakobus Kumis (kiri) saat berfoto di lantai dua Gedung Rektorat UPR.

“Terlihat banyak pajangan ornamen-ornamen menggambarkan bahwa UPR memiliki identitas budaya Dayak,” ucapnya.

Sementara itu, Andrie Elia menceritakan bahwa UPR sebagai Universitas tertua di Kalteng tesebut, tidak ingin kehilangan indentitas budayanya. Bahkan telah menjadi komitmen bersama, akan melestarikannya.

“Walau kini UPR telah tekenal ke tingkat nasional bahkan di tingkat internasional, kami akan tetap membawa seni kebudayan dan tetap melekat. Ini merupakan kebanggan Kalimantan Tengah,” ucap Andrie Elia.

Dijelaskan bahwa kunjungan Sekjen MADN adalah dalam rangka silahturahmi dan memperat tali persaudaraan. Selain itu membahas terkait peran genersi muda terpelajar dalam melestarikan kebudayaan lokal.

“Maka seyogianya UPR juga menjadi barometer pendidikan Kalimantan Tengah. Besar harapan banyak pihak bahwa kedepan UPR semakin baik dan semakin maju, serta dapat menjadi jawaban atas persoalan dan kegelisahan masyarakat,” ujar Andrie Elia. (Rul)

Berita Terkait