Rektor UPR Paparkan Rencana Pelaksanaan MBKM

Uprjayaraya.com
Palangka Raya,
Sebagai bentuk tindaklanjut dari Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Permendikbud) Nomor 3 Tahun 2020 tentang Standar Nasional Pendidikan Tinggi, diatur mengenai Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM), Universitas Palangka Raya (UPR) juga telah membuat aturan tersendiri.

Hal itu tertuang dalam Peraturan Rektor UPR mengenai MBKM, penyelenggaraan MBKM, bentuk Kegiatan MBKM, pengakuan kredit, penjamin mutu, Standar Penyelenggaraan MBKM, persyaratan mahasiswa, dan persyaratan dosen.

Saat dikonfirmasi melalui WA, Rektor UPR Dr. Andrie Elia S.E., MS.i. menjelaskan, penyelenggaraan MBKM  di UPR disesuaikan dengan Panduan MBKM dan Panduan Kurikulum MBKM. Diantaranya fakultas maupun program studi (prodi) menyiapkan perjanjian dan daftar mata kuliah yang bisa diambil lintas fakultas/prodi.

“Jurusan dan prodi harus menyiapkan penyesuaian kurikulum dengan kegiatan MBKM, memfasilitasi mahasiswa yang mengambil MBKM, dan menawarkan kegiatan MBKM yang diimplementasikan prodi,” terang Andrie.

Hal tersebut juga disampaikannya saat memberikan arahan pada kegiatan Sosialisasi Implementasi Merdeka Belajar Kampus Merdeka di lingkungan UPR melalui video conference dari ruang kerjanya di Rektorat UPR, Kamis (21/1/2021).

Rektor Universitas Palangka Raya (UPR) Dr. Andrie Elia, S.E., MS.i, menyampaikan paparannya dalam sosialisasi implementasi Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) untuk lingkungan universitas setempat melalui video confrence dari ruang kerjanya di Rektorat UPR, Kamis (21/1)21).

Dijelaskan bahwa pihak fakultas hingga prodi, diharapkan juga perlu menyiapkan ekuivalensi mata kuliah beserta konversi nilainya.

Kemudian untuk melaksanakan sosialisasi MBKM ke dosen dan mahasiswa dan menyiapkan SOP MBKM, serta melakukan monitoring dan evaluasi terhadap pelaksanaan MBKM.

“Sesuai Sistem Penjaminan Mutu Internal (SPMI) LP3MP, mahasiswa mempunyai hak mengambil dua semester atau setara 40 SKS di luar UPR/prodi, mengambil satu semester atau setara 20 SKS di prodi yang berbeda di UPR,” Jelasnya.

Sedangkan kegiatan MBKM di UPR meliputi pertukaran mahasiswa, magang/praktik kerja, asisten mengajar di satuan pendidikan, penelitian/riset, proyek kemanusiaan, kegiatan wirausaha, studi/proyek independen, dan membangun desa/KKNT.

“Untuk menyukseskan program ini, saya harapkan adanya sinergi dan kerja sama antar semua civitas dengan Rektorat,” ujar Andrie. (Rul)

Berita Terkait