280 Dosen UPR Mendapat Teguran Pertama

PALANGKA RAYA – Sebanyak 280 dosen di Civitas Akademika Universitas Palangka Raya (UPR) mendapat surat Teguran Pertama dari Rektor Dr Andrie Elia SE MSi.

Surat teguran itu dikeluarkan lantaran ratusan dosen tersebut tidak mengajukan usulan kenaikan pangkat dan jabatan dalam waktu 10 tahun ke atas. Bahkan di antaranya ada yang selama 29 tahun tidak mengajukan usulan kenaikan pangkat.

Kepada uprjayaraya.com, Selasa (27/8/2019), Dr Andrie Elia menyebutkan, surat teguran bernomor 2349 UN24/KP/2019 yang ditandatanganinya pada 21 Agustus 2019 tersebut, dilayangkan, karena memerhatikan masa kerja golongan dan riwayat pangkat para dosen.

“Saya selaku Pejabat Pembina Kepegawaian di lingkungan UPR, merasa bertanggungjawab untuk mengingatkan para dosen kita agar tidak lalai menjalankan sebagian dari tugas dan tanggung jawabnya sebagai pendidik. Ada yang lebih dari 10 tahun tidak pernah mengusulkan Penilaian Angka Kredit (PAK) dan kenaikan pangkat,” tukasnya.

Karena itu, 280 dosen yang lalai itu diberi kesempatan selama enam bulan terhitung sejak surat teguran diterbitkan, agar mempersiapkan serta mengajukan dokumen usul PAK dan kenaikan pangkatnya.

Jika sampai dengan 31 Maret 2020 tidak mengindahkan teguran, maka dosen tersebut dianggap tidak mampu mengembangkan kompetensi sebagai pendidik atau Pemangku Jabatan Akademik.

“Untuk konsultasi terkait PAK Dosen, dilakukan di Bagian Kepegawaian BUK UPR setiap hari kerja. Jadi saya mengharapkan, ratusan dosen ini bisa segera mengurus semua kelengkapan yang diperlukan,” tutup Andrie Elia.

Data yang didapat, sebanyak 280 dosen UPR yang mendapat Teguran Pertama ini bertugas pada tujuh fakultas di UPR. Yang paling banyak berada di Fakultas Pertanian 113 orang, kemudian 83 orang di Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP),
38 orang di Fakultas Ekonomi Bisnis (FEB), 29 orang di Fakultas Teknik, delapan orang di Fakultas Hukum, lima orang di Fakultas Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) serta empat orang dosen di Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP).(il/red)

Berita Terkait