Absensi Elektronik akan Diterapkan di Kalangan Dosen

Rektor UPR Dr Andrie Elia SE MSi melakukan ujicoba perekaman absensi elektronik didampingi Kasubbag Pendidik, Bagian Kepegawaian Rektorat UPR, Eka Surya, Rabu (10/7/2019).

PALANGKA RAYA – Dalam upaya untuk lebih tertib administrasi khususnya bagi para tenaga pendidik (dosen) yang berstatus Aparatur Sipil Negara (ASN), Universitas Palangka Raya (UPR) dalam waktu dekat akan memberlakukan absensi elektronik (Fingerprint).

Ujicoba absensi digital ini dilakukan langsung oleh Rektor UPR Dr Andrie Elia SE MSi di Aula Rahan Rektorat UPR, Rabu (10/7/2019) siang.

Proses ujicoba ini dimulai dengan pendaftaran sidik jari, yang kemudian diverifikasi ke mesin fingerprint. Selanjutnya Rektor menempelkan jari jempol kanan ke bagian tengah layar yang telah tersedia di mesin. Verifikasi berhasil yang ditandai dengan keluarnya warna hijau pada layar LED, disusul mesin fingerprint mengeluarkan suara “Terima Kasih”.

Ditemui usai verifikasi itu, Rektor UPR menyatakan bahwa perekaman absensi elektronik ini berlaku dan wajib bagi seluruh pegawai UPR yakni tenaga administrasi, tenaga kontrak (tekon) dan dosen.

“Kali ini khusus untuk dosen. Ini merupakan pelaksanaan akuntabilitas tanggung jawab sebagai abdi negara. Absensi elektronik untuk dosen di UPR ini, pelaksanaan efektifnya Agustus nanti,” jelas Andrie Elia.

Dirinya berharap, dengan absensi elektronik ini, para dosen betul-betul punya tanggung jawab moral secara administrasi. Kehadiran para dosen akan bisa dipantau.

“Sekarang ini dalam pengadministrasian semuanya sudah online. Jadi tidak ada lagi absensi manual, pertanggungjawaban, untuk pemberian uang lauk pauk, sertifikasi dan lain-lainnya, juga secara elektronik,” kata Rektor. (mz/red)

Berita Terkait