BEM UPR Gelar Bakti Sosial di Jalan G Obos X Palangka Raya

Bakti Sosial oleh Kemenpora BEM UPR dalam bentuk penyerahan bahan makanan pokok kepada salah seorang warga di Jalan G Obos X, Kelurahan Menteng, Palangka Raya, Minggu (13/10/2019).

PALANGKA RAYA – Sebagai wujud penerapan salah satu point pada Tri Dharma Perguruan Tinggi yakni pengabdian kepada masyarakat, Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Palangka Raya (UPR) bersama panitia Emansipasi CUP melakukan kegiatan bakti sosial berupa pemberian sembako kepada salah seorang masyarakat di Jalan G Obos X, Kelurahan Menteng, Kota Palangka Raya.

Ketua panitia kegiatan Agung Pratama mengatakan, kegiatan ini dikemas secara massif oleh panitia Emansipasi CUP tahun 2019 sebagai tindak lanjut dari kegiatan yang berupa pembubaran panitia.

Kemenpora BEM UPR sekaligus Panitia Emansipasi CUP 2019 bersama RT setempat dan Ibu Remiati selaku penerima bantuan, Minggu (13/10/2019).

“Kami melakukan bakti sosial ini sebagai bentuk penerapan terhadap Tri Dharma Perguruan Tinggi. Selain itu kita sebagai orang yang berasal dari lingkungan akademik tentunya harus sadar bahwa kita di didik untuk nantinya bisa bersumbangsih di dalam masyarakat luas,” kata Agung Pratama, Senin (14/10/2019).

Turnamen Emansipasi CUP merupakan salah satu program kerja Kementerian Olahraga (Kemenpora) BEM UPR Periode 2018-2019. kegiatan ini diikuti kalangan siswa SMA/sederajat serta mahasiswa se-Kota Palangka Raya.

Latar belakang diadakannya kegiatan tersebut merupakan salah satu bentuk kepedulian dari penyelenggara untuk memperjuangkan hak kesetaraan gender kaum perempuan di dalam masyarakat terkhusus di Kota Palangka Raya, Kalimantan Tengah.

“Perlu kita ketahui bersama, di era R. A Kartini pada zaman kolonial Belanda begitu sangat sulit bagi kaum perempuan untuk mengenyam pendidikan tinggi, mengemukakan pendapat di khalayak umum, bahkan untuk berprestasi di berbagai bidang,” jelasnya.

Perjuangan R. A Kartini menjadi salah satu tokoh pahlawan perempuan yang diharapkan bisa memotivasi kalangan muda masa kini terkhususnya kaum perempuan untuk bisa setara kontribusi serta peranannya di dalam masyarakat dengan kaum adam.

Kegiatan bakti sosial ini disambut baik oleh Ketua Rukun Tetangga (RT) setempat, Tersie.

“Saya sangat mendukung kegiatan ini, juga mengapresiasi kepada mahasiswa. Kita tidak bisa menutup mata bawasannya masih banyak orang yang perlu kita bantu,” kata Tersie.

Masyarakat menerima bantuan sosial tersebut bernama Remiati. Ia merupakan seorang janda 2 anak yang profesinya sehari-hari merupakan tukang pijat keliling.

Remiati merupakan tulang punggung bagi keluarga dan dua orang anaknya yang masih mengenyam pendidikan di bangku Sekolah Dasar (SD). Remiati tinggal di rumah petak berukuran 3×3 meter di atas tanah bantuan milik warga masyarakat sekitar.

Semangat serta motivasi Remiati dalam berjuang menafkahi keluarganya serta mengarungi hidup diharapkan menjadi tauladan bagi perempuan-perempuan lainnya di massa sekarang. (yfd/red)

Berita Terkait