Cintai dan Lestarikan Kearifan Lokal Kalteng

Ketua Harian DAD Kalteng yang juga Rektor UPR Dr Andrie Elia SE MSi, sewaktu melakukan ritual Tampung Tawar kepada Kepala Kanwil Kemenkumham Kalteng, Ilham Jaya (duduk), sebelum meresmikan Pojok Budaya di Kantor setempat, belum lama tadi.

PALANGKA RAYA – Semua instansi, baik pemerintah maupun swasta, diharapkan dapat menampilkan kearifan lokal khas Suku Dayak. Salah satu kearifan lokal tersebut, yakni kesenian Karungut dan pernak-pernik khas Dayak.

“Saya ingin kearifan lokal, khususnya kesenian Karungut semakin dicintai dan dilestarikan. Apalagi di era revolusi digital sekarang ini, anak-anak muda kita jangan sampai kehilangan jatidirinya sebagai putera dan puteri Dayak,” sebut Andrie Elia di Palangka Raya, Minggu (15/12/2019).

Menurut Rektor UPR ini, di era keterbukaan seperti sekarang ini, banyak budaya luar yang masuk ke Indonesia khususnya Kalteng, dan diminati kalangan generasi muda. Sehingga, untuk menumbuhkan kecintaan terhadap budaya dan kearifan lokal Suku Dayak, pemerintah, swasta, dan seluruh elemen masyarakat memiliki peran penting dalam menjaga kelestarian budaya Dayak.

“Amun dia itah, eweh hindai? Amun dia metuh tuh, pea hindai? (kalau tidak kita, siapa lagi? Kalau tidak sekarang, kapan lagi?,” tegas pria yang juga Rektor Universitas Palangka Raya ini dalam Bahasa Dayak Ngaju.

Oleh karena itu, dia mengapresiasi langkah Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan Hak Azasi Manusia (Kanwil Kemenkumham) Provinsi Kalteng yang beberapa lalu telah meresmikan Pojok Budaya, di sudut kantor pelayanannya.

“Ini harus menjadi contoh bagi instansi lainnya yang ada di Provinsi Kalimantan Tengah ini, untuk memperkenalkan budaya Dayak. Kita berharap para generasi kita bisa semakin cinta dengan budayanya sendiri,” tutup Dr Andrie Elia.(il/red)

 

Berita Terkait